Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Dari Cerita Anak Jadi Horor Dewasa, Buto Ijo Siap Hantui Bioskop

Lutfi Hanafi • Selasa, 13 Januari 2026 | 13:08 WIB

Penunggu Rumah Buto Ijo - Official Trailer
Penunggu Rumah Buto Ijo - Official Trailer

RADARSEMARANG.ID - Indonesia kaya akan cerita rakyat dan makhluk mitologi, namun tak semuanya berani diangkat ke layar lebar dengan pendekatan horor modern. Film Penunggu Rumah Buto Ijo hadir sebagai pengecualian.

Film ini menghidupkan kembali sosok legendaris Buto Ijo—tokoh menakutkan dalam dongeng Timun Mas—ke dalam teror sinematik yang lebih relevan bagi penonton masa kini.

Dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 15 Januari 2026, Penunggu Rumah: Buto Ijo mengusung genre horor mistis dengan balutan folklor Nusantara.

Alih-alih sekadar mengandalkan jumpscare, film ini memilih jalur creature feature, menonjolkan wujud makhluk, atmosfer mencekam, serta misteri yang dibangun perlahan.

Baca Juga: Era CEO Laguna Tamat! China Larang Drama Bos Kaya Nikahi Gadis Miskin

Kisahnya berpusat pada Srini (Celine Evangelista), seorang ibu tunggal yang hidup tenangnya berubah menjadi mimpi buruk menjelang ulang tahun anaknya yang ke-6.

Di balik kesunyian rumah yang mereka tempati, muncul teror makhluk raksasa berkulit hijau—Buto Ijo, sosok penunggu yang perlahan menunjukkan keberadaannya.

Baca Juga: Timothée Chalamet Juara Critics Choice, Latihan Pingpong Bertahun Tahun Terbayar

Teror demi teror membuat Srini terdesak. Ia lalu meminta bantuan Ali (Gandhi Fernando), mantan kekasihnya yang kini dikenal sebagai kreator konten horor uji nyali.

Bersama Lana (Valerie Thomas), adik Ali, mereka mencoba mengungkap misteri di balik rumah tersebut.

Namun semakin dalam mereka mencari jawaban, semakin banyak rahasia kelam masa lalu yang terkuak, membuat teror Buto Ijo kian brutal dan tak terhindarkan.

Baca Juga: Agak Laen Terus Menyala Pantiku, Apakah Sanggup Tumbangkan Avengers?

Disutradarai oleh Achmad Romie, film ini tak hanya menjual kengerian visual, tetapi juga konflik emosional keluarga.

Naskah garapan Muthia Esfand dan Gandhi Fernando memberi ruang bagi drama, rasa bersalah, dan konsekuensi pilihan hidup—tema yang membuat horor terasa lebih membumi.

Deretan pemain seperti Meryem Hasanah, Adnan Djani, dan Arie Dwi Andhika memperkuat narasi, sementara Pratito Wibowo tampil mencuri perhatian sebagai Buto Ijo, sosok raksasa hijau yang kini tak lagi sekadar tokoh dongeng anak-anak, melainkan mimpi buruk yang nyata.

Baca Juga: Dari Thread ke Box Office: Film SimpleMan Kuasai Bioskop, Janur Ireng Masih Tayang

Dari sisi visual, rumah dijadikan pusat teror utama. Tata cahaya redup, desain suara yang menghantui, serta kemunculan makhluk yang intens menjadikan film ini lebih menekankan rasa takut yang menetap, bukan sekadar kejutan sesaat.

Diproduksi oleh Creator Media, Maxstream Studios, Seru Juga Film Studio, dan Vibe, Penunggu Rumah: Buto Ijo menjadi bukti bahwa cerita rakyat Indonesia dapat diolah secara modern tanpa kehilangan identitas budayanya.

Lebih dari sekadar film horor, Penunggu Rumah: Buto Ijo adalah upaya merawat warisan folklor Nusantara—mengubah dongeng lama menjadi teror baru yang siap menghantui generasi penonton masa kini.

Editor : Baskoro Septiadi
#gandhi fernando #Film Penunggu Rumah Buto Ijo #kreator #Dongeng #KELUARGA #KONFLIK #raksasa #Horor #LAYAR LEBAR #buto ijo #Bioskop #hijau #Legenda Buto Ijo #film #celine evangelista #valerie thomas #arie dwi andhika