Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Utas Singkat Tentang Perang Saudara Targaryen Dalam Series Game of Thrones Part 1

Aby Genta Putra Prasetya • Jumat, 26 Juli 2024 | 01:47 WIB
Utas Singkat Tentang Perang Saudara Targaryen Dalam Series Game Of Thrones Part 2
Utas Singkat Tentang Perang Saudara Targaryen Dalam Series Game Of Thrones Part 2

RADARSEMARANG.ID - Para pecinta sinema tentunya tak asing dengan series Game Of Thrones, sebuah series fiksi yang menceritakan tentang politik kerajaan klasikal yang penuh intrik dan peperangan.

Dalam Game Of Thrones, bak legenda-legenda kerajaan di Eropa, kita akan disuguhkan dengan kehadiran naga, kastil, dan para ksatria pemberani yang sangat menarik untuk disaksikan.

Intrik Politik Dinasti Targaryen

Dikisahkan bahwa ada sebuah peristiwa berdarah yang melibatkan banyak elemen dalam Seven Kingdoms. Peristiwa ini disebut sebagai Dance of the Dragons atau tarian para naga.

Yakni perang suksesi antara kedua belah pihak yang mengaku sebagai penguasa yang sah atas pemerintahan Kerajaan Targaryen yang sebelumnya dipegang oleh Raja Viserys I.

Raja Viserys I Targaryen memiliki tiga anak dari ratu pertamanya, Aemma Arynn. Tetapi hanya satu yakni Putri Rhaenyra yang bertahan hidup hingga dewasa.

Karena kekurangan seorang putra untuk menggantikannya, Viserys I mulai melatih Rhaenyra untuk menjadi ahli waris dari kerajaannya.

Rhaenyra muda diikutsertakan dalam diskusi urusan negara, dan diizinkan untuk berpartisipasi dalam pertemuan dewan kecil. Banyak bangsawan yang memperhatikannya, dan Rhaenyra segera memperoleh banyak kelompok pengikut dan pendukungnya.

Setelah kematian sang ibu yakni Ratu Aemma. Rhaenyra diangkat menjadi penerus tahta kerajaan ayahandanya, mengabaikan kebijakan terkait kelanjutan pewaris kerajaan yang semestinya merupakan seorang pria.

Lalu, Raja Viserys I menikah lagi dengan seorang wanita bernama Alicent Hightower dan memiliki empat orang anak ; Aegon, Helaena, Aemond dan Daeron.

Di tahun 111 AC, diadakan pertandingan untuk merayakan 5 tahun pernikahan King Viserys dengan Ratu Alicent Hightower. Dimana Ratu Alicent Hightower mengenakan gaun hijau dan Rhaenyra mengenakan gaun merah hitam ala House Targaryen.

Kedua warna inilah yang hingga kini menjadi warna yang identik dari perseteruan dimasa depan dengan sebutan Targaryen Green (Hijau) dan Targaryen Blacks (Hitam).

Baca Juga: Ini Alasan Series 'Euphoria' Menjadi Sorotan di Kalangan Milenial

Setelah kematian Raja Viserys I, Ratu Alicent kemudian bertemu dengan Ser Criston, seorang panglima tertinggi yang juga merupakan pengawal pribadi Rhaenyra.

Pertemuan itu awalnya bertujuan untuk membahas pengangkatan Rhaenyra sebagai pewaris takhta Raja Viserys I, namun ditengah pertemuan Otto Hightower seorang hand of the king saat itu sekaligus ayah dari Ratu Alicent berpendapat lain.

Otto dan beberapa anggota Small Council bersikeras bahwa takhta pewaris selanjutnya seharusnya diberikan kepada Aegon the Elder, anak pertama dari Ratu Alicent. Dikarenakan perintah Raja Viseris terkit penobatan Rhaenyra sudah terlampaui usang.

Disisi lain, Lord Lyman Beesbury tetap berpendapat bahwa Rhenyras adalah pewaris kerajaan yang sah. Lyman kemudian dibunuh oleh Criston Cole yang kini berafiliasi dengan Green House.

Sementara itu Rhaenyra, yang tinggal di Dragonstone belum mengetahui tahtanya telah dicuri. Penobatan Aegon dibuat dengan tergesa-gesa di Dragonpit yang dipilih untuk keamanan Aegon.

Ser Criston Cole menobatkan Aegon sebagai Raja dari Iron Throne dengan memakaikan mahkota ruby Aegon the Conqueror ke kepala Aegon.

Ser Steffon Darklyn, salah satu Kingsguard memutuskan untuk melarikan diri dari King’s Landing dengan membawa mahkota King Jahaerys I dan King Viserys I ke Dragonstone untuk kemudian bergabung dengan Rhaenyra.

Mengetahui pengkhianatan yang dilakukan oleh saudara tirinya, Rhaenyra kemudian menobatkan dirinya sebagai Queen Rhaenyra menggunakan mahkota ayahnya King Viserys I dan menyatakan Ser Otto Hightower dan Ratu Alicent sebagai pengkhianat.

Disaat yang bersamaan, House Arryn, Manderly, Borell, Sunderland, dan Stark memilih berpihak kepada Rhaenyra. Mengetahui hal tersebut, Aegon lalu merombak bawahannya dengan mengganti Ser Otto Hightower dengan Ser Criston Cole sebagai hand of the king.

Hal itu terbukti dengan banyaknya kemenangan dari pihak Aegon yang berhasil mengalahkan Rhaenyra di beberapa peperangan berarti.


Source: Id Thrones, Wiki of Ice and Water

Editor : Baskoro Septiadi
#Dance Of The Dragons #Utas Singkat Perang Targaryen #game of thrones #Series Game Of Thrones #Perang Saudara Targaryen