Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Nguri-Uri Tradisi Weh-Wehan di Kaliwungu, Dulu Bagikan Sayuran, Kini Jajanan Anak

Tasropi • Sabtu, 30 September 2023 | 20:44 WIB

SALING MEMBERI : Tradisi weh-wehan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW di Kaliwungu, Kendal. (DEVI KHOFIFATUR RIZQI/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
SALING MEMBERI : Tradisi weh-wehan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW di Kaliwungu, Kendal. (DEVI KHOFIFATUR RIZQI/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
 

RADARSEMARANG.ID, Kemeriahan warga Kecamatan Kaliwungu, Kendal dalam menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW dilakukan dengan berbagi aneka makanan dan jajanan.

Itu dikenal dengan weh-wehan. Sebuah tradisi unik di bulan Maulid.

DEVI KHOFIFATUR RIZQI, KENDAL, Radar Semarang

Tradisi weh-wehan ini hanya dilakukan oleh warga Kaliwungu. Bahkan sudah turun temurun dilakukan.

Termasuk turut diajarkan kepada anak cucu. Hak itu sebagai bentuk suka cita menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW di bulan Rabiul Awal ini.

"Jajanan khasnya sumpil. Makanan disiapkan di depan rumah, lalu anak-anak berkeliling tukar makanan," ungkap Muhammad Arsyad, sesepuh Kaliwungu.

Arsyad mengatakan, tradisi ini memiliki maksud kepada anak-anak maupun orang dewasa agar saling berbagi.

Tanpa melihat makanan atau jajanan apa yang disajikan. Tradisi itu juga mengajarkan untuk selalu mempererat tali silaturrahmi antar warga.

 Baca Juga: Rayakan Maulid Nabi, Warga Kendal Gelar Tradisi Weh-Wehan

"Selain untuk kemeriahan bulan maulid, juga ajang silaturahmi. Kami akan terus nguri-uri tradisi baik ini," katanya.

Sementara Abduh, 45, warga lainnya mengatakan, tradisi ini sudah dilakoninya sejak masih kecil.

Saat itu, ada beberapa makanan yang digantungkan di tali sepanjang gang.

Bisa berupa sayuran atau hasil bumi, seperti terong, kacang panjang, bawang merah, cabe dan jenis hasil bumi lainnya.

Seiring dengan perkembangan zaman diganti berbagai jenis jajanan.

"Biar lebih menarik diganti dengan jajanan, tujuannya agar anak-anak merasa senang bisa mendapatkan berbagai jenis jajanan," katanya.

 Baca Juga: Pastikan Kesehatan Pelajar, Dinkes Awasi Jajanan Sekolah

Tradisi weh-wehan ini menambah guyub rukun warga. Anak-anak berjalan ke setiap gang dan mampir dari rumah ke rumah untuk menukar makanan. Hal itu membuatnya senang karena mendapat berkah bulan Maulid. (dev)

Editor : Agus AP
#nabi muhammad saw #jajanan anak #Tradisi Weh-Wehan #RABIUL AWAL