Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Menjaga Eksistensi Wahana Permainan Tradisional, Tampil Keliling Ikut Event Berbagai Daerah

Wahib Pribadi • Minggu, 16 Juli 2023 | 17:39 WIB
Berbagai wahana mainan Diana Ria Enterprise di area Grebeg Besar lapangan Tembiring Demak.
Berbagai wahana mainan Diana Ria Enterprise di area Grebeg Besar lapangan Tembiring Demak.

RADARSEMARANG.ID - Wahana mainan tradisional untuk anak-anak hingga kini ternyata masih ada yang tetap bertahan. Salah satunya seperti wahana mainan yang dikelola CV Diana Ria Enterprise milik H Muntohar, warga Desa Bulusari, Kecamatan Sayung.

Sudah puluhan tahun wahana mainan ini dijalankan dan tetap eksis hingga kini. Meskipun di tengah gempuran berbagai permainan modern.

Berbagai kegiatan pasar malam di daerah menjadi sarana untuk menampilkan wahana mainan yang dikelola Diana Ria.

Belum lama ini, manajemen Diana Ria ikut meramaikan pasar rakyat Grebeg Besar di lapangan Tembiring, Kota Demak. 

Event tahunan Grebeg Besar Demak menjelang Idul Adha selalu disemarakkan berbagai kegiatan, termasuk pasar malam atau pasar rakyat tersebut.

Di dalam area pasar rakyat inipun, berbagai wahana mainan Diana Ria mendominasi. Ada mainan trampoline, tong setan, kincir, bom-bom car, dan wahana mainan lainnya.

Saat Grebeg Besar Demak, pasar malam yang dikelolanya bersaing dengan wahana mainan yang ada di Alun-alun Kota Demak.

Kondisi itu membuat pendapatan pasar malam tidak bisa optimal. Apalagi tiket lokasi pasar malam di lapangan Tembiring juga gratis sehingga mengurangi pemasukan dari tiket masuk.

Pemilik CV Diana Ria Enterprise, H Muntohar mengatakan, pihaknya berharap tahun depan tidak ada lagi mainan pendatang di Alun-alun.

"Ya, kadang kita heran mengapa saat pasar malam di lapangan Tembiring yang kita kelola justru bersaing dengan mainan pendatang lain di Alun-alun. Kenapa kok bisa banyak mainan pendatang. Padahal kan, Alun-alun gak boleh di buat mainan,"ujarnya.

Muntohar menambahkan, agar tetap bertahan dari gempuran wahana mainan yang lebih modern, maka selain hadir mengelola di acara Grebeg Besar Demak, wahana mainan Diana Ria juga ikut kegiatan pasar malam di berbagai daerah.

Antara lain, di Magelang, Sleman, Kebumen,  Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Salatiga, Boyolali, Jogjakarta, Kulon Progo, Purworejo, Banyumas, Wonosobo, Kudus, Kendal, Batang, Pemalang, Tegal, Brebes, Cirebon, Purwakarta, Pati, Purwodadi dan lainnya.

"Jadi, cukup banyak daerah yang kita ikuti pasar malamnya. Sesuai even masing-masing daerah,"katanya.

Muntohar menyampaikan, pasar malam dengan wahana mainan telah menjadi event rutin yang diikuti tiap tahun.

Dengan mengcover berbagai daerah menjadi salah satu cara agar wahana mainan yang dikelolanya tetap bisa eksis menghibur masyarakat. 

Saat pandemi Covid-19 misalnya, tidak ada event yang digelar sehingga wahana mainan miliknya juga tidak bisa bekerja. Karena itu, pihaknya bersyukur karena dua tahun ini sudah bisa ikut berbagai even seperti sediakala.

"Kita berharap, wahana mainan Diana Ria bisa menghibur masyarakat secara normal lagi seperti saat ini," tambahnya. (hib/fth)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#Pasar Malam #wahana