Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Bangkit dari Covid, Warga Semarang Ini Sukses Bisnis Kelapa Muda

Khafifah Arini Putri • Jumat, 30 Juni 2023 | 16:47 WIB
Rudy Nopianto menunjukkan berbagai bentuk kemasan modern pada produk kelapa muda.
Rudy Nopianto menunjukkan berbagai bentuk kemasan modern pada produk kelapa muda.

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pernah terpuruk akibat Pandemi Covid-19 tidak menjadikan Rudy Nopianto patah semangat. Usaha yang lain down,  muncul ide dan kreativitas baru. Ia pun merintis bisnis baru, yakni Coconutku.

Kota Semarang yang terkenal dengan suhunya yang panas, menjadi inspirasi bagi Rudi Nopianto untuk merintis usaha baru. Namanya Coconutku. Bahan dasarnya kelapa muda. Diolah menjadi Coco Jelly dan minuman kelapa segar dengan beragam rasa.

Proses produksi berlangsung di Perumahan Sambiroto Baru Nomor 15, Kecamatan Tembalang. Ia dibantu lima karyawan mengolah buah kelapa menjadi beragam produk. Saat koran ini datang, Rudy sedang mengupas buah kelapa menggunakan mesin. Sedangkan karyawan lain ada yang membersihkan kelapa, membuat jeli, serta mengecap stempel.

Pria 40 tahun ini  mengaku membuat bisnis ini dengan melihat peluang. Kelapa muda merupakan minuman yang banyak dicari masyarakat dan dari kalangan manapun. “Sebenarnya kelapa muda minuman rakyat dari dulu dan itu tidak asing. Saya rasa ini menjadi peluang komoditi yang bagus jika packaging-nya baik,” kata Rudy saat ditemui di rumahnya.

Enam bulan lalu, ia mulai merintis usaha ini. Namun persiapan sudah dilakukan setahun lalu. Seperti mendatangkan mesin langsung dari Tiongkok untuk mengupas buah kelapa agar memiliki bentuk yang sama. 

Kendati demikian, ia masih menemui kendala jika mesinnya rusak. Karena tidak semua teknisi di Kota Semarang bisa memperbaikinya. “Mesinnya kan didatangkan dari Cina jadi kalau rusak atau ada masalah. Kita harus nyari teknisi yang bener-bener bagus,” akunya.

Produk utamanya adalah kelapa kupas yang bisa di-branding oleh resto, hotel, ataupun warung makan lain. Kemudian minuman kelapa serta coco jelly. Pria kelahiran Semarang ini mengaku berpuluh-puluh kali gagal dalam membuat resep coco jelly dengan tekstur keras dan lumer di dalam.

 “Untuk menghasilkan jelly yang keras tapi ketika sampai di mulut itu lumer ternyata susah. Terus dicoba dengan beragam resep yang berbeda akhirnya berhasil,” tambahnya.

Karena terbuat dari kelapa, menurutnya banyak manfaat yang bisa diperoleh dari mengonsumsi produknya. Seperti untuk membantu metabolisme tubuh, membuang toksin, dan lainnya.

“Kalau saya biasanya tak gunakan sebagai pengganti makan malam. Jadi toksin-toksin di tubuh bisa keluar, badan jadi lebih sehat,” imbuhnya.

Setiap hari Rudy bisa memproduksi 500 butir kelapa muda. Buahnya didatangkan dari Kebumen. Selain agar suplainya bagus, kelapa dari Kebumen juga memiliki rasa yang manis dan lebih segar.  “Kita kirim hampir setiap hari. Jadi barang selalu fresh,” ungkapnya.

Coco Jelly-nya beberapa waktu lalu juga sempat viral di media sosial Tik Tok. Produknya banyak dicari warga Kota Semarang. Harganya pun cukup terjangkau. Mulai dari Rp 8000 sampai Rp 35 ribu. Produknya biasa dikirim ke dalam Kota Semarang.

Ke depan ia juga akan merambah pasar lebih luas. Kini ia masih berproses untuk mengurus surat perizinan usaha. (kap/ton)

Editor : Baskoro Septiadi
#Pandemi #UMKM #BISNIS