RADARSEMARANG.ID, Semarang - Memasuki usia 20-an merupakan babak baru yang penuh pertanyaan, kebingungan, dan tentunya memerlukan keputusan-keputusan besar bagi semua orang untuk menentukan masa depan.
Keresahan tersebut umumnya turut dirasakan oleh anak muda, sebagian besarnya yang tentu merasa relate dengan fase kehidupan seperti itu ialah Gen-Z.
Quarter life crisis menjadi istilah baru yang kini melekat pada usia genting tersebut, yang mana dapat diartikan sebagai sebuah situasi memasuki seperempat fase kehidupan yang penuh tekanan akan pencarian jati diri.
Baru-baru ini topik tersebut diangkat dan dikulik habis dalam sebuah podcast berdurasi 56 menit oleh seorang influencer sekaligus motivator muda, Zahid Ibrahim dalam kanal YouTube-nya.
Pada sesi podcast tersebut, Zahid mengundang dua teman bicaranya, yaitu seorang content creator yang dikenal sebagai peserta Clash of Champion tahun 2024 silam, Xaviera Putri dan juga Fathia Fairuza sebagai salah seorang inspirator muda Indonesia.
Dengan bertajuk "Kita Semua Lagi Quarter Life Crisis" Zahid bawakan podcast mulai dari perihal pengambilan resiko, tekanan akan segala sesuatu, apa yang sebaiknya dilakukan saat krisis jati diri, hingga soal pertemanan.
"Percayalah semua orang di dunia ini saling peduli dan sibuknya hanya dengan kehidupan masing-masing saja, pada akhirnya yang ngerjain dan jalanin ya kita," Ungkap Xaviera.
Dari sepenggal statement yang diberikan Xaviera Putri tersebut mengingatkan generasi muda untuk tetap fokus pada jalannya maisng-masing. Karena hakikatnya yang menentukan kita bisa sukses dari fase ini hanyalah diri sendiri.
Tak hanya itu, Zahid dan Fathia juga mendukung statement tersebut, bahwa keputusan-keputusan kecil tersebut dalam hidup itu akan berdampaknya ke kehidupan masing-masing. Jadi jangan biarkan ditengah krisisnya hidup, kendali kita dipegang oleh orang lain.
Dalam akhir sesi ketiganya juga memberikan pendapat lain, bahwa dalam kehidupan ini tentu kita memerlukan teman, tapi hanya untuk memenuhi kehidupan dan saling dukung, tidak untung menjatuhkan stir satu sama lain. (mg20)
Editor : Baskoro Septiadi