RADARSEMARANG.ID - Hirotada Radifan, seorang story teller di YouTube yang membagikan sebuah kisah horor unik dalam konten Teman Cerita.
Tidak hanya kisah horor saja, Hirotada juga membagikah kisah-kisah inspiratif, fenomena unik, dan lain sebagainya.
Sebagai informasi, Teman Cerita adalah bagian dari konten yang berisi kumpulan cerita horor para pengikut atau subcriber yang dikirim melalui email dan diceritakan kembali oleh Hirotada.
Pada 6 April 2025 lalu, melalui konten Teman Cerita tersebut, Hirodata membagikan sebuah konten yang berjudul Ritual Manten Tebu di Pabrik Gula. Konten tersebut telah ditonton sebanyak 1,9 juta di akun YouTube Hirotada Radifan.
Kisah dalam konten tersebut dibagikan oleh Nisa dari Jawa Tengah. Secara garis besar, kisah tersebut berasal dari pengalaman personal yang terjadi pada tahun 2017.
Tidak hanya menyajikan kisah horor mencekam, tetapi konten tersebut juga menyoroti suatu ritual penting yaitu Manten Tebu.
Ritual Manten Tebu adalah sebuah tradisi yang dilakukan untuk menandai dimulainya musim giling tebu.
“Dengan cara dua batang tebu yang dianggap paling bagus akan diarak layaknya sepasang pengantin,” tegas Hirotada.
Sepasang batang tebu tersebut juga akan dihias seperti pengantin pria dan wanita lalu diarak oleh warga dan para karyawan di sekitar pabrik gula.
Hirotada juga menjelaskan bahwa ritual ini bertujuan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen tebu yang melimpah dan juga harapan agar diberikan kelancaran selama proses penggilingan tebu.
Akan tetapi, di samping harapan dan tujuannya yang baik, Ritual Manten Tebu juga memiliki sebuah pantangan dan tata aturan sebelum prosesi ritual dilakukan. Meskipun tidak secara gamblang, hal itu disinggung melalui konten tersebut.
Menurut kepercayaan masyarakat desa- tempat Nisa tinggal, seorang ibu hamil dilarang mengikuti Ritual Manten Tebu.
Ketika aturan tersebut dilanggar, mereka percaya bahwa akan ada marabahaya yang menimpa warga desa di sana, serta proses panen maupun penggilingan tebu akan mengalami kegagalan.
Hirotada juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2017, Ritual Manten Tebu memiliki tata aturan yang berbeda.
Di mana, wujud pengantin yang awalnya diperagakan oleh sepasang tebu diganti oleh sepasang lelaki dan perempuan asli.
Namun, sepasang lelaki dan perempuan tersebut harus dalam kondisi masih perjaka dan perawan.
Dengan demikian, jika salah satunya melanggar, maka akan ada konsekuensi atau marabahaya yang menimpa, baik dari pengantin, warga, maupun pabrik gula di desa tersebut.
Tidak dapat dipungkiri bahwa suatu ritual atau adat masyarakat dikenal sangat sakral sehingga memiliki tata aturan dan pantangan yang harus dipatuhi.
Konten Ritual Manten Tebu di Pabrik Gula dapat menjadi rekomendasi tontonan yang klop bagi kalian, para pecinta kisah horor. (mg4)
Editor : Baskoro Septiadi