Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sebentar Lagi Libur Imlek, Yuk Mengenal Asal Usul dan Maknanya

Sulistiono
Penulis: Sulistiono❯
Photo
Photo

RADARSEMARANG.ID - Tinggal menghitung hari, warga Tionghoa diseluruh dunia tak terkecuali di Indonesia, akan merayakan pergantian tahun China atau orang familiar menyebutnya sebagai Tahun Baru Imlek. 


Advertisement

Di Tiongkok, ratusan orang warga di sana setiap menjelang Imlek berbondong-bondong akan pulang ke kampung halamannya untuk merayakan Imlek. Persis tradisi mudik di tanah air setiap jelang hari raya Idul Fitri. 

Rumah-rumah warga Tionghoa banyak yang di dekorasi sesuai dengan shio tahun baru Imlek. Tahun ini, 2026 shionya adalah shio kuda menggantikan shio tahun 2025 yakni ular. Gambar atau dekorasi kuda terpampang di rumah-rumah warga Tionghoa. 

Advertisement

Tahun baru Imlek, bagi warga Tionghoa lebih dari sekadar pengaturan ulang kalender. Ini adalah momen bersama untuk mengirimkan berkah dan menetapkan rencana untuk tahun mendatang.

Bagi warga non Tionghoa pasti banyak yang bertanya-tanya asal usul, ada apa di balik tradisi Tahun Baru Imlek dan mengapa setiap penanggalan baru di tandai dengan perubahan shio, seperti tahun 2026 ini shio kuda?.

Mengapa Ada Imlek?

Advertisement

Tahun Baru Imlek diperkirakan sudah ada sejak abad ke-14 SM, ketika masa pemerintahan Dinasti Shang, dan asal-usulnya kaya akan legenda.

Dalam sebuah mitologi Tionghoa di ceritakan latar belakang atau asal usulnya adalah adalah kembali ke pertempuran melawan monster yang disebut Nian, yang artinya tahun dalam bahasa China. 

Nian akan tiba pada hari pertama tahun baru untuk meneror penduduk desa. Namun, penduduk desa mengetahui bahwa Nian takut dengan suara keras, cahaya terang, dan warna merah.

Karena itu, setiap pergantian tahun, warga desa di Tiongkok akan menggantung lentera merah untuk menakut-nakuti Nian dan menyalakan petasan juga. Sejak itu, Nian sudah tidak terlihat lagi meneror warga desa.

Penentuan Shio

Untuk memahami Tahun Kuda Api, ada dua kesalahpahaman umum yang perlu diluruskan.

Tidak seperti kalender Gregorian, kalender Tionghoa tidak dimulai pada tanggal 1 Januari. Kalender ini mengikuti kalender lunisolar tradisional berdasarkan fase bulan.

Setiap Tahun Baru Imlek jatuh antara 21 Januari dan 20 Februari, biasanya pada bulan baru kedua setelah titik balik matahari musim dingin. Ini berarti ketika kita mengatakan "2026 adalah tahun kuda," itu hanya berlaku untuk Tahun Baru Imlek saat ini.

Kesalahpahaman umum lainnya adalah bahwa shio berulang setiap 12 tahun. Itu benar untuk shio hewan, tetapi sistem tradisional berulang setiap 60 tahun.

Penyebabnya, setiap tahun menggabungkan salah satu dari 12 hewan dengan salah satu dari 10 elemen (versi Yin dan Yang dari Logam, Air, Kayu, Api, dan Bumi). Diperlukan 60 tahun agar kombinasi tersebut berulang.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Ngaku Berizin Kunjungan, Dua WNA China Malah Kerja di Proyek Kawasan Industri Kendal

Ngaku Berizin Kunjungan, Dua WNA China Malah Kerja di Proyek Kawasan Industri Kendal

Dua WNA asal Tiongkok pemegang ITK D2 ditemukan terindikasi melakukan pelanggaran keimigrasian berupa izin masuk ke Indonesia untu kunjungan namun digunakan untuk bekerja di proyek.

Ahmad Luthfi Tawari Investor Tiongkok Proyek Energi Hijau dan Sampah Listrik di Jateng

Ahmad Luthfi Tawari Investor Tiongkok Proyek Energi Hijau dan Sampah Listrik di Jateng

Ahmad Luthfi Tawari Investor Tiongkok Proyek Energi Hijau dan Sampah Listrik di Jateng

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer