RADARSEMARANG.ID - Di tengah aksi demokratis dan politis yang tengah digaungkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia akhir-akhir ini.
Salah satu member group bernama Indira yang tergabung dalam group idol yang ada di Indonesia yakni JKT48 membuat orang-orang kagum kepadanya.
Uniknya, kekaguman sebagian besar warganet kali ini tidak didasari oleh skill powerfull dalam dance atau nyanyian yang dilantunkan Indira dalam performancenya.
Namun bukan dari segi penampilan, Indira justru menarik perhatian karena salah satu postingan yang ia unggah di sosial media X pada tanggal 19 Februari 2025 silam.
Selain kepiawaiannya dalam dunia entertainment, member yang satu ini juga didapuk memiliki pengetahuan yang menakjubkan.
Disana ia mengunggah sebuah potret halaman dari sebuah buku tebal berbahasa Inggris dengan caption "todays read! masih belum menyelesaikan Animal Farm, just a more page to go".
Meski terlihat seperti buku biasa, namun buku Animal Farm merupakan buku yang memiliki makna politis dan filosofis didalamnya.
Banyak yang menganggap referensi bacaan Indira JKT48 sangatlah menarik dan sesuai dengan realita yang sedang terjadi saat ini.
Ditengah kondisi politik Indonesia yang sedang memanas, buku ini bisa dibilang sebagai referensi literasi yang menarik bagi masyarakat.
Buku berjudul Animal Farm ini menceritakan tentang kehidupan dan revolusi fiktif dalam sebuah peternakan yang bernama Manor Farm milik Tuan Jones.
Di dalam peternakan tersebut, para binatang hidup dengan sengsara dibawah tekanan dari Tuan Jones selaku pemilik peternakan. Napoleon dan Snowball yakni babi ternak disana kemudian memiliki rencana untuk mengusir Tuan Jones dan manusia lainnya untuk mencapai kebebasan yang mereka impikan.
Sayangnya, setelah semua yang mereka impikan tercapai, Napoleon yang dihormati oleh binatang lainnya, bahkan dijadikan pemimpin di Manor Farm justru mulai bertindak secara sesuka hati.
Baca Juga: Profil Pelaku Penembakan CEO United Healthcare Luigi Mangione
Ia kerap membeda-bedakan golongan babi dengan binatang lainnya, bahkan secara tidak adil selalu menguntungkan golongannya sendiri, dibantu oleh para anjing yang bertindak sebagai pengamanan Manor Farm.
Contohnya, hanya para babi yang diperbolehkan tidur di dalam rumah, tidak melakukan pekerjaan kolektif dan selalu memperlakukan binatang lain dengan seenaknya.
Mereka juga membatasi pembagian makanan yang awalnya telah disetujui bersama, disebutkan juga bahwa pada musim dingin, hanya para babi dan anjing yang boleh mendapatkan jatah makanan.
Pada akhirnya para binatang lain menyadari bahwa pergantian kekuasaan ini hanya menggantikan sosok diktator satu ke yang lainnya, bahkan mungkin Napoleon si babi jauh lebih buruk daripada Tuan Jones.
Animal Farm sendiri adalah buku fiksi karya tulisan George Orwell yang ingin mengangkat penderitaan masyarakat Uni Soviet di masa kepemimpinan awal dengan cara satire.
Source: @SP_IndiraJKT48, Gramedia
Editor : Baskoro Septiadi