RADARSEMARANG.ID - Kabar perilisan game Assasin's Creed Shadow membawa banyak tanggapan baik positif ataupun negatif bagi netizen di seluruh belahan dunia.
Assasin's Creed Shadow merupakan series ke 13 dari franchise Assasin's Creed setelah game Assasin's Creed : Valhalla pada tahun 2020 yang berlatar di era nordic kuno, atau biasa kita kenal dengan bangsa Vikings.
Dengan latar budaya serta tempat yang bersetting di Jepang pada masa ke-shogunnan, game Assasin's Creed Shadow cukup dinanti para gamers yang sudah tak sabar ingin menjelajahi dunia jepang lampau dengan menjadi karakter samurainya.
Untuk para gamers yang sudah tidak sabar untuk memainkan game ini diharapkan untuk menanti terlebih dahulu hingga tanggal perilisan game ini pada 12 November 2024.
Meskipun antusiasme masyarakat tinggi, namun justru yang menarik perhatian masyarakat adalah salah satu karakter protagonis yang menjadi highlight dari game ini bernama Yasuke
Yasuke sendiri merupakan seorang samurai pada Era Sengoku yang berada di Provinsi Iga. Namun, yang unik ialah bahwa Yasuke merupakan pria berkulit hitam asli dari Afrika yang dibawa ke Jepang.
Persoalan Yasuke inilah yang kemudian menjadi polemik berkelanjutan bagi masyarakat asli Jepang. Mereka menyayangkan kenapa pihak developer tidak memakai karakter tokoh Jepang yang autentik, dalam hal ini seorang Asia yang lebih berpengaruh dimasanya.
Banyak pihak yang kurang setuju dengan dipilihnya Yasuke sebagai representasi negara matahari terbit tersebut. Diantara orang-orang ini berpendapat bahwa selain Yasuke bukanlah berasal dari ras asli Jepang, namun kiprahnya tidaklah terlalu besar dibanding tokoh-tokoh lainnya yang lebih berpengaruh.
Salah satu sejarawan terkemuka asal Jepang, Yuichi Goza menyatakan bahwa ada kesalahan informasi yang dilakukan pihak Ubisoft, dimana dalam banyak keterangan menyebut bahwa Yasuke merupakan salah satu dari samurai terkemuka pada masa tersebut.
Hal ini didasari oleh sedikitnya informasi yang ada terkait keberadaan Yasuke sang samurai berkulit hitam . Bahkan tidak menutup kemungkinan sosok ini meskipun keberadaannya diakui, ia bukanlah sosok sentral dalam sejarah persamuraian.
Keberadaannya sebagai samurai malah bisa saja diragukan, bukan tidak mungkin di masa lalu Yasuke hanyalah seorang penjaga dan penghibur bagi Oda Nobunaga, samurai kharismatik yang termasyhur pada masa tersebut.
Menurut Yuichi, klaim satu-satunya tentang Yasuke ini karena adanya sebuah catatan tentang pemberian pedang, rumah dan aset properti yang diberikan oleh Oda Nobunaga kepada Yasuke.
Baca Juga: Wujud Asli Beruk Kuvukiland yang Dulu Pernah Viral Jadi Meme di Internet, Awalnya Begini
Tetapi meskipun pemberian tersebut dijadikan sebagai acuan dalam status samurai di masa lalu, Yuichi menyatakan bahwa dalam kasus ini, bisa saja dilakukan Oda Nobunaga untuk bentuk formalitas dan penunjukan status kekuatannya.
Yuichi menambahkan jika penggunaan Yasuke sebagai ras non-Jepang sebagai penggambaran umum sebagai samurai di dalam game Assasin's Creed merupakan "pencurian budaya" yang juga disetujui banyak orang.
Meskipun banyak kontroversi terkait karakter ini, Yuichi Goza mengakui bahwa karya kreatif tidak selalu harus sejalan dengan fakta sejarah di masa lalu, Tetapi, alangkah baiknya lebih diutamakan rasa hormat kepada budaya yang sedang diangkat.
Source: @fraggaming(IG), Ubisoft
Editor : Baskoro Septiadi