RADARSEMARANG.ID - Seni tattoo atau merajah pada bagian tubuh merupakan kesenian yang sudah ada sejak jaman dahulu kala.
Awalnya tattoo digunakan sebagai bagian dari kebudayaan yang menunjukkan identitas ataupun strata dalam masyarakat.
Namun kini tattoo bebas digunakan oleh siapapun dan tidak ada peraturan tertulis tentang bagaimana ia diaplikasikan, ataupun dimananya.
Gambar yang digunakan dalam menato juga bermacam-macam, ada berbagai macam jenis genre yang populer seperti tradisional, tribal, artwork ataupun sesuatu yang lebih modern dengan berbagai pesan yang ingin diperlihatkan.
Banyak orang-orang yang memakai gambar yang memiliki pesan tersirat terkait pesan yang hendak ia sampaikan pada siapapun yang melihatnya.
Salah satu yang menarik adalah Semicolon, yakni tattoo dengan bentuk titik dan koma. Disebut bahwa tattoo semicolon adalah tattoo yang memiliki arti yang sangat dalam bagi orang yang mengetahuinya.
Asal Usul Tattoo Semicolon
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sendiri, Semicolon adalah tanda baca yang berupa titik dan koma (;) untuk menandai bagian kalimat yang sejenis dan setara, juga untuk memisahkan kalimat yang setara dalam kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung.
Diinisiasi oleh Amy Bleuel, ia merupakan seorang yang memiliki banyak trauma mendalam di hidupnya, ia merupakan pecandu narkoba dikarenakan tindakan asusila yang dilakukan ayahnya sendiri.
Setelah sang ayah tewas karena tindakan bunuh diri , Amy ingin membuat sesuatu yang mengingatkan ia pada keberhasilannya lepas dari segala hal yang menggerogoti kesehatan mentalnya.
Pada 16 April 2013, ia membentuk sebuah gerakan yang diisi oleh orang-orang depresi, anxiety, tidak bahagia dan berbagai pengalaman tidak menyenangkan sehingga punya pemikiran untuk mengakhiri hidupnya.
Mereka bersama-sama menggambar sebuah titik dan koma atau disebut semicolon pada pergelangan tangan mereka.
Dalam dunia penulisan, jika sebuah kalimat berakhir dengan sebuah semicolon, kalimat tersebut bisa saja berakhir. Namun sang penulis memilih untuk tidak mengakhirinya.
Baca Juga: Blood On The Tracks, Manga yang Menceritakan Sisi Gelap dari Sifat Overprotektif Seorang Ibu
Karena itulah Amy memilih untuk menggunakan symbol semicolon karena sama seperti mereka yang terus melanjutkan hidup, semicolon digunakan saat penulis tidak ingin mengakhirinya.
" Ini (Semicolon) digunakan saat penulis bisa saja mengakhiri kalimat miliknya, namun memilih untuk tidak. Penulisnya adalah kamu dan kalimat tersebut merupakan hidupmu." phrase terkenal yang dikemukakan oleh Amy Bleuel.
Project Semicolon didedikasikan khusus untuk orang-orang diseluruh dunia agar menghindari kenaikan angka bunuh diri.
Dan juga mengembangkan perhatian lebih masyarakat terhadap mental health yang sering kali dipandang sebelah mata.
Source: Dictionary.com, Kamus Besar Bahasa Indonesia, @christobadiah(TikTok)