RADARSEMARANG.ID, Harga Bitcoin BTC kembali tambah ndlosor.
Mata uang kripto terbesar itu tertekan ke kisaran US63.500–US 64.000 atau sekitar Rp 1,13 miliar pada perdagangan terbaru.
Penurunan ini dipicu kombinasi 3 faktor: aksi jual investor, ketidakpastian geopolitik global, dan antisipasi data inflasi Amerika Serikat.
Para analis kini menyorot level US$ 60.000 sebagai batas support penting selanjutnya.
Baca Juga: Harga Ethereum Hari Ini 7 Agustus 2026: Turun Tipis ke $1.899,77, Apa Penyebabnya?
Baca Juga: Harga Bitcoin Diam di Tempat, Mandek di 63 Ribuan Dolar. Tunggu Data Inflasi Rabu
3 Penyebab Harga Bitcoin Turun
Berikut penyebab utama Bitcoin kembali melemah:
1. Sentimen Geopolitik Global
Ketegangan di Timur Tengah, termasuk isu Selat Hormuz, membuat investor global memilih menghindari aset berisiko.
Bitcoin yang dianggap aset high-risk ikut terdampak.
2. Menanti Data Ekonomi AS
Pasar saat ini menahan napas jelang rilis data CPI / Inflasi Amerika Serikat.
Data ini akan sangat mempengaruhi keputusan The Fed terkait suku bunga.
Jika inflasi tinggi, peluang pemangkasan suku bunga makin kecil dan tekanan ke Bitcoin makin besar.
Baca Juga: Kredit Korporasi Tumbuh Positif, BRI Dukung Ekspansi Sektor Produktif
3. Aksi Jual Korporasi
Tekanan jual tambahan datang dari aksi korporasi dan penyesuaian posisi oleh institusi besar. Ini mempercepat laju penurunan BTC dalam 24 jam terakhir.
Proyeksi Level Penting Bitcoin Saat Ini
Setelah tambah ndlosor, semua mata kini tertuju pada 2 skenario berikut:
1. Batas Bawah di US$ 60.000
Sebagian analis melihat area US$ 60.000 sebagai support kuat dalam siklus saat ini.
Jika BTC mampu bertahan di atas level ini, potensi rebound masih terbuka.
2. Risiko Koreksi Lebih Dalam
Namun analis lain memperingatkan. Jika support US60.000 jebol, Bitcoin berisiko mengalami koreksi lebih dalam menuju area US 55.000 – US$ 58.000.
Baca Juga: Pasar Modal Lesu, Investor Pilih Wait and See
Strategi Investor: Buy The Dip, HODL, atau Cut Loss?
Di tengah kondisi Bitcoin tambah ndlosor, Anda punya 3 pilihan strategi:
- Beli / Buy The Dip: Manfaatkan harga diskon untuk akumulasi jangka panjang
- Tahan / HODL: Tetap simpan aset yang ada dan tunggu pemulihan pasar
- Jual / Cut Loss: Amankan dana untuk menghindari kerugian lebih besar jika support jebol
Pilihan strategi tergantung profil risiko dan target investasi Anda.
Harga Bitcoin yang tambah ndlosor ke US$63.500 jadi pengingat bahwa volatilitas masih tinggi.
Faktor geopolitik dan data makro AS akan jadi penentu arah BTC dalam beberapa hari ke depan.
Investor disarankan tetap disiplin, pantau level support US$ 60.000, dan kelola risiko dengan baik.(tas)
Editor : Tasropi