Kenapa Kebanyakan Orang Rugi di Kripto? 7 Kesalahan Paling Umum Ini Penyebabnya

Tasropi • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 14:30 WIB
Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak perusahaan tradisional di Asia Tenggara menunjukkan minat serius terhadap aset kripto dan teknologi blockchain.
Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak perusahaan tradisional di Asia Tenggara menunjukkan minat serius terhadap aset kripto dan teknologi blockchain.

 

RADARSEMARANG.ID, Investasi kripto sering disebut sebagai "jalan cepat kaya", tapi faktanya kebanyakan orang justru merugi.

Data dan survei pasar menunjukkan lebih dari 80% trader ritel mengalami kerugian di pasar kripto. 

Bukan karena kriptonya jelek, tapi karena cara mainnya yang salah. Lalu apa saja penyebab orang rugi di kripto?

Baca Juga: Bitcoin For Dumb, Bahasa Bayi Mengenal Dunia Kripto

Berikut 7 kesalahan paling umum yang wajib kamu hindari.

1. Masuk Karena FOMO, Bukan Riset

Banyak orang beli koin saat harganya sudah naik tinggi karena takut ketinggalan alias FOMO.

Baca Juga: Belanja Makin Cuan, Kokola 'Cookie Land' Hadir di JFK 2026, Dengan Exclusive Launch dan Aktivitasi Seru Berhadiah

Lihat teman cuan, lihat berita viral, langsung beli di puncak. 

Padahal saat kamu beli, "bandar" sudah siap jual.

Solusi: Selalu riset dulu. Baca whitepaper, cek tim, kegunaan proyek, dan tokenomics sebelum beli.

2. Tidak Punya Strategi dan Manajemen Risiko

Rugi karena all-in 1 koin, tidak pakai stop loss, dan tidak tahu kapan harus jual.

Kebanyakan orang hanya punya strategi "beli dan berharap naik".

Solusi: Atur alokasi dana. Contoh: 50% BTC/ETH, 30% koin mid cap, 20% koin spekulatif.

Selalu tentukan batas rugi dan target profit.

Baca Juga: Penguatan Dana Murah Berbuah Manis, BRI Sukses Tekan Cost of Fund dan Perkuat Profitabilitas di Bawah Supervisi Danantara

3. Terlalu Sering Trading dan Overleverage

Mau cepat kaya pakai leverage 10x, 50x, 100x di futures.

1x salah prediksi, modal langsung ludes. 

Ditambah biaya fee trading yang bikin modal terkikis.

Baca Juga: 20 UMKM Disabilitas di Kabupaten Semarang Dapat Suntikan Modal, Dorong Kemandirian Ekonomi

Solusi: Untuk pemula, fokus ke spot trading atau DCA dulu. Hindari futures sampai benar-benar paham.

4. Mudah Tertipu Proyek Bodong dan Scam

Rug pull, token meme tanpa utilitas, ponzi berkedok "staking cuan 1% per hari".

Banyak pemula tergiur iming-iming profit besar tanpa cek keamanan kontrak.

Solusi: Cek di CoinMarketCap, CoinGecko. Hindari proyek yang timnya anonim dan tidak ada audit.

Baca Juga: Pemkab Semarang Turunkan Tim Lakukan Audit di Desa Mlilir

5. Tidak Bisa Mengontrol Emosi

Pas naik euforia, pas turun panik jual. Ini disebut "buy high sell low". Emosi membuat keputusan investasi jadi kacau.

Solusi: Buat rencana sebelum beli.

Tulis: "Saya beli di harga X, jual di Y, cut loss di Z". Patuhi rencana itu.

6. Menyimpan Aset di Exchange Tanpa Keamanan

Banyak yang rugi bukan karena harga turun, tapi karena akun ke-hack, kena phishing, atau exchange bangkrut.

Solusi: Untuk aset jangka panjang, pindahkan ke hardware wallet. Aktifkan 2FA di semua akun exchange.

7. Tidak Paham Bitcoin Halving dan Siklus Pasar

Kripto punya siklus 4 tahunan. Banyak yang beli di puncak bull market 2021, lalu tahan sampai bear market dan rugi 70%.

Solusi: Pahami siklus. Strategi terbaik: akumulasi saat bear, take profit bertahap saat bull.

Baca Juga: Ambruk! Bitcoin dan Pasar Kripto Tak Tahan Hantaman Isu Geopolitik

Kebanyakan orang rugi di kripto bukan karena apes, tapi karena 3 hal: tidak ada ilmu, tidak ada strategi, dan tidak bisa kontrol emosi.

Kripto bukan judi. Anggap ini sebagai investasi jangka panjang dengan risiko tinggi.

Mulai dari modal kecil, belajar dulu, baru perbesar.

Perlu diingat bahwa di pasar ini yang bertahan bukan yang paling pintar, tapi yang paling disiplin. (tas)

Editor : Tasropi
kenapa rugi di kripto penyebab rugi trading kripto kesalahan investasi kripto tips aman main kripto cara tidak rugi di kripto