Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemkab Semarang Turunkan Tim Lakukan Audit di Desa Mlilir

M

 


Advertisement

Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Bupati Semarang Ngesti Nugraha.

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Bupati Semarang menugaskan Inspektorat melakukan audit terhadap pengelolaan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), aset desa, dan APBDes di Desa Mlilir, Kecamatan Bandungan. Langkah ini diambil setelah Bupati Semarang menerima audiensi dari tokoh masyarakat dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Mlilir. 

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan, keputusan tersebut merupakan hasil rapat bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) usai menerima aspirasi masyarakat Desa Mlilir.

Advertisement

Selain menugaskan Inspektorat, Pemerintah Kabupaten Semarang juga meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) serta Kecamatan Bandungan memberikan pembinaan kepada kepala desa beserta perangkatnya.

"Kita pastikan untuk pelayanan kepada masyarakat di Desa Mlilir tetap berjalan. Tidak boleh ada kendala,"ungkapnya saat ditemui. Kamis (9/7).

Advertisement

Terdapat tiga persoalan utama yang disampaikan dalam audiensi. Mulai persoalan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), pengelolaan aset desa, serta pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Menindaklanjuti hal tersebut, Pemkab Semarang langsung menggelar rapat bersama pimpinan OPD terkait dan memutuskan sejumlah langkah.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Inspektorat, dan Plt Camat Bandungan terjadwalkan menggelar rapat pembinaan bersama kepala desa, perangkat desa, dan BPD Miilir.

Dirinya juga mengajak seluruh pihak menjaga situasi di Desa Mlilir tetap kondusif selama proses penyelesaian persoalan berlangsung. Sementara itu, Inspektorat Kabupaten Semarang mendapat tugas melakukan audit secara bertahap terhadap pengelolaan BPNT, aset desa, dan APBDes.

"Mulai Kamis (9/7) ini saya menugaskan Kepala Dispermasdes, Inspektorat dan Plt Camat Bandungan untuk melaksanakan rapat pembinaan. Untuk Inspektorat tugasnya untuk melakukan audit. Proses audit membutuhkan waktu sehingga tidak dapat terselesaikan hanya dalam satu atau dua hari. Apapun hasil audit tersebut saya minta Plt Kepala Inspektorat untuk melaporkan langsung,"jelasnya.

Penyampaian hasil audit nantinya akan secara terbuka kepada perangkat desa, tokoh masyarakat, dan BPD Mlilir agar diketahui seluruh pihak. Bupati juga mengingatkan agar proses audit berlangsung secara objektif dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Buntut Demo Warga Mlilir, Inspektorat Terjunkan Dua Tim Usut Skandal Bansos dan APBDes

Buntut Demo Warga Mlilir, Inspektorat Terjunkan Dua Tim Usut Skandal Bansos dan APBDes

Plt Inspektur Kabupaten Semarang Wenny Maya Kartika turunkan dua tim audit guna audit investigasi atas dugaan penyelewengan dana bantuan sosial (bansos) bantuan pangan non tunai (BPNT), pengelolaan aset di Desa Mlilir.

Kasus Dugaan Penyelewengan Bansos PKH di Mlilir Bandungan, Dinsos Tegaskan KKS Tidak Bisa Pindah Tangan

Kasus Dugaan Penyelewengan Bansos PKH di Mlilir Bandungan, Dinsos Tegaskan KKS Tidak Bisa Pindah Tangan

Dugaan penyelewengan dana bansos Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Mlilir Kecamatan Bandungan, Dinsos sayangkan ATM atau Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) milik penerima bantuan sosial yang berpindah tangan.

Warga Karangtalun Kabupaten Semarang Demo di Balai Desa Mlilir, Pertanyakan Dana Bansos PKH

Warga Karangtalun Kabupaten Semarang Demo di Balai Desa Mlilir, Pertanyakan Dana Bansos PKH

Warga Dusun Karangtalun Desa Mlilir Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang Jawa Tengah lakukan aksi demo. Aksi demo tersebut dilakukan setelah adanya dugaan penyelewengan dana Program Keluarga Harapan (PKH) kepada warga

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer