Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Momentum Simpeda di Solo, Sinergi BPD Didorong Perkuat Pembiayaan Daerah

Khafifah Arini Putri • Minggu, 19 April 2026 | 11:35 WIB
Gala Dinner undian Simpeda Tahun XXXVI-2026 di Surakarta.
Gala Dinner undian Simpeda Tahun XXXVI-2026 di Surakarta.

RADARSEMARANG.ID - Rangkaian Undian Tabungan Simpeda Periode II Tahun XXXVI-2026 yang digelar di Solo masih menyisakan catatan penting. Salah satunya, dorongan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan bank pembangunan daerah (BPD) di tengah tekanan ekonomi. Kegiatan gala dinner itu berlangsung di Pendopo Agung Balaikota Surakarta, Kamis (16/4) lalu. 

Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, menegaskan pentingnya kolaborasi tersebut. Menurutnya, peran BPD tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga motor penggerak pembangunan daerah.

“Terima kasih, Bapak dan Ibu sekalian, sudah berkenan ke Solo. Jadi kalau di Solo ini memang tempat fancy, tempat fancy-nya adalah wedangan, Pak. Kuliner wedangannya boleh biasa, Pak. Tetapi obrolan-obrolannya kalau di Solo itu memengaruhi nasional,” ujarnya.

Ia menilai, di tengah keterbatasan fiskal, dukungan pembiayaan dari perbankan daerah menjadi krusial. Terutama untuk sektor ekonomi kreatif dan pariwisata yang dinilai punya potensi besar.

Respati juga menyinggung konsep “slow living” yang menjadi karakter Kota Solo. Menurutnya, pendekatan ini bisa menjadi daya tarik tersendiri di tengah padatnya kehidupan kota besar.

“Kota Solo ini kota yang slow living. Jadi jika Bapak-Ibu lelah dengan kehidupan Jakarta, hidup ikut kota metropolitan, kota Solo adalah kota penuh rindu untuk mengobati kejiwaan mental,” katanya.

Pemkot, lanjut dia, juga mulai mengembangkan konsep wellness tourism sebagai sumber pertumbuhan baru.

“Kami sedang mengagas wellness tourism yang ini menjadi pusat ekonomi baru dan juga penciptaan lapangan kerja yang baru ke depannya,” imbuhnya.

Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah, Agus H. Widodo, menilai pertemuan di Solo menjadi momentum konsolidasi nasional BPD.

“Pertemuan kita di Surakarta ini memiliki makna yang lebih dari sekadar rangkaian acara. Ini adalah momentum konsolidasi nasional BPD, di mana kita menyatukan langkah, menyamakan arah, dan memperkuat sinergi,” ujarnya.

Ia mengingatkan, tantangan industri perbankan ke depan menuntut BPD untuk tidak berjalan sendiri.

“Di tengah dinamika yang kita hadapi bersama, BPD tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kita harus bergerak sebagai satu kekuatan kolektif yang saling mendukung, saling memperkuat dan bersama-sama menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widiyatmoko. Ia menekankan pentingnya menjaga soliditas antar-BPD di tengah tekanan global dan percepatan transformasi digital.

“Kita terus melangkah beriringan, saling menguatkan, tidak bersaing tetapi terus bersanding dan membuktikan bahwa Bank Pembangunan Daerah adalah pilar utama yang tak tergoyahkan dalam menggerakkan ekonomi di daerah masing-masing,” ungkapnya.

Ia juga mendorong inovasi agar produk Simpeda tetap relevan dan diminati masyarakat.

Sebagai informasi, rangkaian kegiatan Simpeda di Solo tidak hanya gala dinner. Agenda juga diisi seminar nasional hingga puncak undian yang digelar di sejumlah hotel di Surakarta. Dari forum tersebut, penguatan peran BPD sebagai mitra strategis pemerintah daerah menjadi salah satu isu utama yang mengemuka. (kap)

Editor : Baskoro Septiadi
#BPD