RADARSEMARANG.ID, Semarang — Asuransi Jasindo terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi keuangan generasi muda melalui program Jasindo Goes to Campus 2025.
Kali ini, kegiatan bertajuk Insurance for Smarter Risk Management tersebut digelar di Universitas Negeri Semarang (Unnes), Jawa Tengah.
Program ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan Jasindo dalam mengenalkan pentingnya pengelolaan risiko serta peran asuransi sebagai fondasi ketahanan finansial sejak usia muda.
Mahasiswa didorong untuk mulai menempatkan perlindungan finansial sebagai bagian dari perencanaan hidup jangka panjang.
Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana, menegaskan bahwa edukasi keuangan perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda lebih siap menghadapi tantangan finansial di masa depan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap kesadaran mengenai pentingnya perlindungan finansial dapat menjadi bagian dari resolusi generasi muda dalam mempersiapkan langkah yang lebih matang di tahun berikutnya,” ujar Brellian.
Pada kesempatan itu, mahasiswa diajak memahami bahwa asuransi bukan sekadar instrumen saat risiko terjadi, tetapi strategi untuk menjaga keberlanjutan rencana hidup. Pendekatan edukatif yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter generasi muda.
Ia menambahkan, pemahaman asuransi sejak awal dapat membantu generasi muda mengelola risiko sekaligus membangun kestabilan finansial sejak memasuki dunia kerja.
“Asuransi Jasindo hadir tidak hanya sebagai penyedia perlindungan, tetapi juga melalui upaya pemberdayaan pengetahuan. Kepedulian terhadap edukasi literasi keuangan bagi generasi muda menjadi bagian dari pelayanan kami yang bertujuan untuk memastikan setiap individu merasa didampingi dalam menata masa depannya,” kata Brellian.
Ke depan, Jasindo berkomitmen memperluas kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan guna menghadirkan program literasi keuangan yang relevan dan berkelanjutan.
Sementara itu, Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Semarang, Endang Sutrasmawati, menekankan peran strategis mahasiswa dalam menyebarkan pemahaman tentang asuransi kepada masyarakat luas.
“Mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat akademis diharapkan bisa menyebarkan informasi akan pentingnya peran asuransi bagi masyarakat untuk mengurangi resiko kerugian yg mungkin akan dialami karena sesuatu hal,” ujarnya.
Menurutnya, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap asuransi bukan disebabkan keterbatasan produk, melainkan minimnya pemahaman publik. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen edukasi di tengah masyarakat.
Hal senada disampaikan Kepala Biro Kantor Berita Antara Jawa Tengah, Teguh Imam, yang hadir sebagai panelis. Ia menilai tantangan utama ke depan adalah bagaimana menyampaikan pesan asuransi agar mudah diterima, khususnya oleh Generasi Z.
“Perlu dipahami bagaimana pesan yang ingin disampaikan mengenai asuransi ini dapat diterima publik, khususnya Generasi Z. Karena mereka adalah pengguna terbesar dari produk-produk asuransi ke depan.
Pemahaman sejak dini menjadi penting agar tidak sekedar mengetahui bahwa asuransi itu tidak hanya seputar kesehatan, jiwa, pendidikan dan ketenagakerjaan. Tapi banyak produk-produk lain yang dapat dijadikan fondasi keuangan sejak dini,” ujarnya. (kap/web)
Editor : Baskoro Septiadi