RADARSEMARANG.ID - Istana hiburan raksasa Disney kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan karyawannya.
PHK karyawan ini melibatkan sejumlah tim film, televisi, dan bahkan bagian keuangan harus menelan pil pahit pemutusan hubungan kerja.
Realitas pahit Disney seolah bukan lagi dongeng biasa setelah keputusan tersebut sebagai bagian dari strategi restrukturisasi dan efisiensi biaya.
Dikutip dari laman resminya, langkah Disney PHK ratusan karyawan merupakan respons pergeseran besar dalam lanskap industri hiburan.
Menurut pihak Disney, konsumen kini condong beralih dari televisi kabel tradisional ke platform streaming.
Disney, melalui sang nahkoda Bob Iger, bertekad untuk memfokuskan sumber daya dan energi perusahaan pada layanan streaming yang terus tumbuh pesat.
Ratusan talenta yang terdepak meliputi berbagai lini. Mulai dari tim (kru) film dan televisi, publiser, casting, pengembangan program, hingga bagian operasional keuangan.
Meski demikian, perusahaan film animasi Disney memastikan bahwa tidak ada tim yang sepenuhnya dihapus.
Pihak perusahaan melaporkan bahwa PHK ini merupakan putaran keempat dan terbesar dalam sepuluh bulan terakhir.
Adapun pemutusan hubungan kerja ini merupakan kelanjutan dari gelombang PHK yang menyingkirkan sekitar 7.000 karyawan pada 2023.
Saat itu, Bob Iger menargetkan penghematan biaya operasional yang mencapai USD 5,5 miliar.
Langkah PHK tersebut disebutnya sebagai cerminan dari komitmen Disney untuk mengalihkan investasi dan strategi bisnisnya.
Lebih lanjut, perusahaan film animasi ini sedang membangun kembali arsitektur keuangannya demi menopang pertumbuhan di sektor digital.
Menurut Bob Iger, transformasi ini mutlak diperlukan agar Disney tetap relevan, dan dominan di tengah gempuran persaingan sengit dengan platform streaming lainnya.
Kendati demikian, Disney tidak mengungkap jumlah pasti karyawan yang kena PHK. Namun, gelombang PHK yang dilakukan Disney bukan kali pertama terjadi.
Perusahaan ini telah melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 7.000 pegawai sejak April 2023.
Pada tahun itu, keputusan PHK dilakukan sebagai bagian dari restrukturisasi besar-besaran saat dipimpin oleh CEO Bob Iger.
Keputusan ini juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi makro dan upaya untuk meningkatkan profitabilitas perusahaan di berbagai lini bisnis.
Akibatnya, saham Disney dilaporkan turun 0,4% setelah pengumuman PHK terhadap karyawannya.
Disney sebelumnya juga memberhentikan 200 karyawan di ABC dan jaringan televisi hiburan.
Perusahaan yang berbasis di Burbank, California ini memiliki berbagai unit bisnis, termasuk ESPN, ABC Entertainment, Marvel, Disney+, dan Hulu.
Sementara itu, pihak Disney terus mencari cara mengoptimalkan biaya operasional agar dapat bersaing lebih efektif di pasar global.
Editor : Baskoro Septiadi