Seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan persaingan bisnis Pelabuhan tentunya tantangan yang dihadapi Pelindo sebagai operator pelabuhan kian kompleks.
Oleh karena itu terobosan melalui integrasi Pelabuhan ini akan meningkatkan pelayanan di seluruh wilayah kerja dengan tujuan untuk menjadi kekuatan besar secara berkelanjutan di dunia logistik.
Banyak capaian dan prestasi yang dikukuhkan Pelindo setelah merger sebagiamana terlihat pada pertumbuhan kinerja operasional dari tahun ke tahun dan tentunya dengan pengelolaan yang tersentralisasi, Pelindo kini memiliki kendali strategis yang lebih baik, sehingga memudahkan dalam melakukan transformasi layanan operasi end-to-end seperti menciptakan standardisasi sistem layanan operasional pelabuhan yang sebelumnya berbeda-beda antar Pelabuhan.
Serikat Pekerja Pelabuhan Indonesia Bersatu turut andil dalam memberikan dukungan dalam terealisasinya penggabungan dan peningkatan kinerja perusahaan ini ini.
Sejak awal mulai digarapnya persiapan penggabungan Pelindo pada bulan Maret 2021, para pekerja yang merupakan anggota SPPI I, II, III dan IV telah melakukan konsolidasi terkait persiapan penggabungan Pelindo.
Konsolidasi awal tersebut kemudian dilanjutkan dengan serangkaian acara konsolidasi dan koordinasi hingga terlaksananya Inaugurasi, Deklarasi dan Rakernas I SPPI Bersatu pada bulan November 2021 yang dihadiri oleh seluruh pekerja dari sabang sampai merauke secara luring dan daring, Manajemen Pelindo, Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian BUMN dan Dewan Pimpinan Cabang serta stakeholders, di PT PMLI Ciawi.
Setelah melewati masa Kepengurusan selama 3 Tahun, maka sebagai bagian dari tatakelola organisasi yang baik dilakukan Acara Musyawarah Nasional Ke-1 SPPI Bersatu secara luring di Semarang dari tanggal 13-15 November 2024, dibuka oleh Bapak Arif Suhartono sebagai Direktur Utama PT. Pelabuhan Indonesia (Persero), dan ditutup o Ihsanudin Usman sebagai Direktur SDM dan Umum, Ketua Umum SPPI Bersatu periode 2021-2024, Pengurus DPP SPPI Bersatu, serta para Ketua dan Perwakilan DPC SPPI Bersatu.
Musyawarah Nasional Ke-1 ini menghasilkan diantaranya
Pembahasan dan Pengesahan Amandemen AD/ART SPPI Bersatu;
Pembahasan dan Penerimaan Laporan Pertanggungjawaban Ketua Umum SPPI Bersatu Periode 2021-2024.
Pemilihan Ketua Umum SPPI Bersatu Periode 2024-2027.
Berdasarkan hasil Pemilihan yang dihadiri oleh Ketua/Sekretaris/Perwakilan Dewan Pimpinan Cabang dari seluruh unit kerja Pelindo dari sabang sampai marauke, telah terpilih Dodi Nurdiana untuk kembali mengemban amanat dan tugas sebagai ketua Umum SPPI Bersatu Periode 2024-2027.
Acara Musyawarah Nasional Ke-1 SPPI Bersatu diakhiri dengan penyerahan Bendera SPPI Bersatu dari Presidium Sidang Musyawarah Umum kepada Ketua Umum terpilih dengan disaksikan oleh Bapak Ihsanudin Usman sebagai Direktur SDM dan Umum.
“SPPI Bersatu akan selalu mendukung, bekerjasama, dan menjadi garda terdepan dalam mendukung kebijakan-kebijakan Perusahaan yang bertujuan untuk memajukan perusahaan dan meningkatkan kesejahteraan” ujar Dodi Nurdiana pada saat menyampaikan pidato kemenangan.
“Kami di Kepengurusan yang akan datang tetap akan menjadi mitra strategis Pelindo, Kolaboratif dan responsif dengan tujuan memajukan perusahaan yang kita cintai ini. Kami juga akan melanjutkan proses harmonisasi yang berkeadilan, melindungi pekerja, melindungi perusahaan, dan bersiap terhadap perubahan-perubahan yang sudah di depan mata kita semua” ucap Dodi Nurdiana terkait hubungan komunikasi dengan Perusahaan.
Hasil dari Musyawarah Nasional Ke-1 SPPI Bersatu harus tetap menjadikan SPPI Bersatu sebagai Strategic Partner Check & Balance bagi manajemen Pelindo dalam mengelola korporasi. Sehingga harus tercipta keselarasan dan kesepahaman mutual trust, mutual respect, mutual understanding & mutual benefit untuk tumbuh Bersama.
Lebih lanjut Ketua Umum terpilih menekankan pentingnya Persatuan dan Kesatuan dari seluruh element Perusahaan, Bakudapa dalam Musyawarah Nasional ini sejatinya lebih menumbuhkan satu hati satu rasa antara kita semuanya.
Kilas balik dalam laporan pertanggungjawabnnya , Ketua Umum SPPI Bersatu menyampaikan tanpa henti berjuang untuk mengawal para manajemen perusahaan dalam menyusun dan membuat kebijakan khususnya keberpihakan perusahaan pasca penggabungan untuk tidak mengabaikan rasa aman dan kesejahteraan para pekerja yang puncaknya terlaksana di Yogyakarta pada tanggal 10 November 2023 dengan ditandatanganinya Perjanjian Kerja Bersama Periode 2023-2025.
Perjanjian Kerja Bersama (PKB) bermaksud untuk menciptakan keserasian, keselarasan, dan keseimbangan antara serikat Pekerja dan Pengusaha dengan meningkatkan suasana kerja yang harmonis, nyaman, kondusif dan produktif sehingga berdampak positif bagi peningkatan kinerja Perusahaan.
Bagi Perusahaan dan para pekerja tentunya keberadaan sebuah serikat SPPI Bersatu dan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dapat memberikan kepastian hukum kepada Pengusaha dan Pekerja mengenai hak dan kewajiban masing-masing, meningkatkan dan memperteguh hubungan industrial, menciptakan dan meningkatkan disipilin serta azas kemitraan antara Pengusaha dan Serikat Pekerja.
Selain itu, SPPI Bersatu telah melakukan dan tanpa henti akan terus melakukan pendampingan kepada manajemen terhadap aktivitas Perusahaan pasca merger Pelindo, Implementasi kebijakan Harmonisasi Remunisasi, dan rencana kebijakan lainnya yang dapat mempengaruhi kesejahteraan pekerja sehingga tidak ada satupun elemen pekerja yang dirugikan.
SPPI Bersatu juga akan mempersiapkan organisasi terhadap perubahan-perubahan kebijakan yang akan terjadi dalam waktu dekat. (den/web/bas)