Unimus Jadi Lokasi Muktamar XVI Tapak Suci, Evaluasi Organisasi dan Tentukan Arah Pengembangan

Khafifah Arini Putri • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 16:12 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti membuka Sidang Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah di GSG Unimus.

 

RADARSEMARANG.ID - Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menjadi tuan rumah Sidang Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Kegiatan dibuka oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti.

Muktamar yang berlangsung 6-9 Agustus 2026 itu diikuti utusan dari seluruh Indonesia hingga delapan pimpinan Tapak Suci di luar negeri. Mengusung tema “Berakar Tradisi Menuju Tapak Suci Modern, Mandiri, dan Mendunia”, muktamar menjadi momentum bagi Tapak Suci untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menentukan arah pengembangan ke depan.

Rektor Unimus Prof Masrukhi mengatakan, kampusnya tidak sekadar menyediakan tempat untuk pelaksanaan muktamar. Unimus juga menyiapkan berbagai fasilitas untuk mendukung kelancaran kegiatan dan kenyamanan para peserta.

“Dilaksanakan muktamar Tapak Suci Putra Muhammadiyah di kampus Universitas Muhammadiyah Semarang yang diikuti oleh seluruh pimpinan wilayah se-Indonesia. Ada pimpinan provinsi, lalu juga pimpinan pusat lalu juga delapan pimpinan luar negeri,” kata Masrukhi.

Delapan pimpinan luar negeri tersebut berasal dari Jerman, Belanda, Timor Leste, Pakistan, Aljazair, Singapura, dan Malaysia serta satu wilayah lainnya. Kehadiran delegasi luar negeri menunjukkan perkembangan Tapak Suci yang tidak hanya bergerak di tingkat nasional.

Rangkaian muktamar diawali dengan sidang tanwir pada Kamis (6/8) malam. Forum tersebut membahas berbagai persoalan organisasi, termasuk anggaran dasar dan anggaran rumah tangga serta program kerja. Selain itu, muktamar juga menjadi forum untuk menentukan ketua umum Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah.

“Tapak Suci itu merupakan salah satu organisasi otonom di dalam Persyarikatan Muhammadiyah untuk kader-kader muda, warga bangsa, warga persyarikatan,” jelas Masrukhi.

Menurutnya, keberadaan Tapak Suci tidak semata berkaitan dengan kemampuan fisik maupun seni bela diri. Sebagai bagian dari pencak silat Indonesia, Tapak Suci juga memiliki peran dalam membentuk karakter para kader.

“Tidak hanya persoalan fisik seni bela diri karena Tapak Suci itu bagian dari pencak silat Indonesia tapi juga merupakan bagian dari pembinaan karakter. Jadi bagaimana melalui Tapak Suci ini karakter dibinakan kepada kader-kader Tapak Suci, baik karakter keagamaan, karakter kemanusiaan," imbuhnya.

Pembentukan karakter kemanusiaan, lanjut Masrukhi, berkaitan dengan bagaimana anggota Tapak Suci menempatkan diri di tengah masyarakat dan bangsa.

“Karakter kemanusiaan berkenaan dengan akhlak mulia dalam bagaimana memposisikan diri mereka sebagai warga masyarakat, warga bangsa untuk menjadi kader-kader yang bermanfaat gitu,” imbuhnya.

Nilai tersebut juga diharapkan tidak berhenti di lingkungan internal Tapak Suci. Para kader diharapkan mampu membawa nilai religius dan kemanusiaan tersebut ke tengah masyarakat. Dalam pelaksanaan muktamar, Unimus juga menyiapkan fasilitas kesehatan bagi para peserta. Tim kesehatan disiagakan dengan dukungan Rumah Sakit Unimus dan Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Pendidikan Unimus yang berada di lingkungan kampus. Masrukhi menyebut sidang tanwir diikuti sekitar 150 utusan. Sementara peserta Muktamar XVI mencapai 826 orang yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia dan luar negeri.

Rangkaian kegiatan juga tidak hanya berlangsung di lingkungan kampus. Tapak Suci menggelar seremoni di kawasan Simpang Lima Semarang yang melibatkan ribuan peserta.

“Seremoni di Simpang Lima, show kepada masyarakat yang di ikuti oleh sekitar 8.000 peserta," bebernya.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Kapolri, Gubernur Jawa Tengah, Wakapolda Jawa Tengah, hingga sejumlah pejabat pemerintah. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Haedar Nashir dan Sekretaris Umum yang juga Mendikdasmen Abdul Mu'ti turut hadir dalam rangkaian kegiatan.

Mendikdasmen Apresiasi Kiprah Tapak Suci
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti yang membuka Sidang Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah memberikan apresiasi terhadap kiprah organisasi tersebut. Menurutnya, Tapak Suci tidak hanya berkembang sebagai organisasi bela diri. Lebih dari itu, Tapak Suci dinilai menjadi bagian penting dalam dakwah Muhammadiyah, termasuk hingga ke berbagai negara.

“Apresiasi dan terima kasih kepada tapak suci yang telah menjadi ujung tombak dakwah Muhammadiyah melalui bela diri dan telah menetapkan Muhammadiyah lintas negara, lintas organisasi, bahkan lintas agama,” ungkap Abdul Mu'ti di Gedung Serba Guna Unimus, Jumat (7/8/2026) lalu.

Abdul Mu'ti mengatakan, salah satu hal yang membedakan Tapak Suci dengan perguruan bela diri lainnya adalah penanaman nilai agama dan akhlak kepada para anggotanya.

“Ini pula yang menjadi pembeda dari tapak suci, tampil dengan kekuatan kepribadian dan kekuatan akhlak kebaikan,” katanya.

Karena itu, Tapak Suci dinilai memiliki peran lebih luas dalam membangun manusia. Kemampuan bela diri menjadi salah satu bagian, sementara pembentukan karakter dan akhlak menjadi kekuatan lain yang tidak kalah penting.

“Sumbangan tapak suci tidak hanya terkait dengan membangun fisik manusia dengan kuat, tapi juga menunjukkan peradaban dengan membangun tapak suci,” ujarnya.

Pihaknya berharap Muktamar XVI dapat menjadi ruang untuk bertukar gagasan dan merumuskan langkah organisasi ke depan. Forum tersebut dinilai penting untuk menghimpun pemikiran dari para kader dan pimpinan Tapak Suci agar organisasi tersebut mampu terus berkembang sesuai tantangan zaman. (kap)

Editor : Baskoro Septiadi
abdul mu'ti Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Universitas Muhammadiyah Semarang Tapak Suci