Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lulusan Nakes Unimus Makin Dilirik Rumah Sakit Luar Negeri

K
Rektor Unimus Prof Masrukhi memberikan sambutan pada acara sumpah profesi di GKB II Unimus, Rabu (1/7).
Rektor Unimus Prof Masrukhi memberikan sambutan pada acara sumpah profesi di GKB II Unimus, Rabu (1/7).

Advertisement

 

RADARSEMARANG.ID - Ratusan lulusan tenaga kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) resmi mengucapkan sumpah profesi sebelum terjun ke dunia kerja, Rabu (1/7). Prosesi yang dirangkai dengan pelepasan wisuda Pendidikan Profesi Ners, Pendidikan Profesi Bidan, Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis, D3 Teknologi Laboratorium Medis, D3 Keperawatan, S1 Ilmu Keperawatan, S1 Ilmu Gizi, Magister Ilmu Laboratorium Klinis, dan Magister Keperawatan itu menjadi penanda kesiapan mereka mengabdikan diri sebagai tenaga kesehatan profesional.

Rektor Unimus Prof. Masrukhi mengatakan, sumpah profesi bukan sekadar seremoni, melainkan penguatan komitmen bagi lulusan untuk menjalankan profesinya dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Advertisement

Seiring meningkatnya kualitas lulusan, peluang kerja bagi tenaga kesehatan Unimus juga semakin terbuka. Tak hanya dibutuhkan di dalam negeri, lulusan kampus tersebut kini mulai banyak berkarier di luar negeri melalui jejaring yang dibangun kampus bersama para alumni.

"Pada umumnya mereka yang fresh graduate baru lulus itu sangat bersemangat untuk bekerja di luar negeri. Contohnya lulusan kemarin bulan April itu kita memberangkatkan 13 untuk bekerja di Jepang, di rumah sakit-rumah sakit Jepang," ujarnya.

Menurutnya, alumni Unimus saat ini juga telah bekerja di sejumlah negara, seperti Arab Saudi dan Qatar. Kampus terus menjalin komunikasi dengan para alumni untuk membuka peluang kerja bagi lulusan berikutnya.

Advertisement

Masrukhi menyebut, pihaknya juga telah melihat langsung perkembangan lulusan yang bekerja di Jepang. Mereka dinilai mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja dan menjalankan profesinya dengan baik.

"Ketika kami kunjungi ke sana, mereka enjoy dan bisa berinteraksi, bisa bekerja dengan baik. Artinya bahwa lulusan kita ini memang bisa untuk bekerja di luar negeri," ujarnya.

Di sisi lain, Unimus juga terus memperkuat penyerapan lulusan di dalam negeri. Masrukhi menyebut saat ini kampus memiliki Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP), rumah sakit umum, serta klinik yang menjadi salah satu tempat bagi lulusan untuk mengembangkan kompetensi sekaligus mengawali karier sebagai tenaga kesehatan.

Masrukhi menyebut melalui prosesi sumpah profesi tersebut, pihaknya berharap para lulusan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menjaga integritas profesi. Selain itu juga memberikan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kemanusiaan, baik di Indonesia maupun di kancah internasional.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kanker Tembus 3.636 Kasus, Cryosurgery Jadi Metode Pengobatan Tanpa Kemoterapi Pertama di Semarang

Kanker Tembus 3.636 Kasus, Cryosurgery Jadi Metode Pengobatan Tanpa Kemoterapi Pertama di Semarang

Pengobatan kanker di Kota Semarang memasuki babak baru. Tanpa kemoterapi, kini Rumah Sakit (RS) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) mulai menerapkan metode Cryosurgery sebagai alternatif penanganan kanker.

Unimus Jadi Lokasi Muktamar XVI Tapak Suci, Evaluasi Organisasi dan Tentukan Arah Pengembangan

Unimus Jadi Lokasi Muktamar XVI Tapak Suci, Evaluasi Organisasi dan Tentukan Arah Pengembangan

Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menjadi tuan rumah Sidang Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Kegiatan dibuka oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti.

Milad Ke-27, Unimus Perkuat Komitmen Wujudkan Kampus Hijau Berdampak untuk Bangsa

Milad Ke-27, Unimus Perkuat Komitmen Wujudkan Kampus Hijau Berdampak untuk Bangsa

Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) memaknai usia ke-27 sebagai momentum memperkuat peran perguruan tinggi yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer