Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

LPPM UPGRIS Gelar Workhsop Pendampingan, Dosen Diajak Kejar Hak Paten

Khafifah Arini Putri • Kamis, 21 Mei 2026 | 14:12 WIB
Workshop Pendampingan Drafting Paten dan Paten Sederhana bagi Dosen UPGRIS yang digelar Pusat Pengembangan. (DOK UPGRIS)
Workshop Pendampingan Drafting Paten dan Paten Sederhana bagi Dosen UPGRIS yang digelar Pusat Pengembangan. (DOK UPGRIS)

 

RADARSEMARANG.ID - Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mulai serius mendorong para dosennya lebih aktif mengurus hak paten. Langkah itu dilakukan untuk memperkuat kualitas akademik sekaligus meningkatkan daya saing kampus melalui hasil riset yang benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat.

Upaya tersebut diwujudkan lewat Workshop Pendampingan Drafting Paten dan Paten Sederhana bagi Dosen UPGRIS yang digelar Pusat Pengembangan HKI, Jurnal, dan Publikasi LPPM UPGRIS di Gedung Pusat lantai 2, 13 Mei 2026 lalu.

Ketua LPPM UPGRIS Prof. Dr. Wiyaka, M.Pd., mengatakan jumlah dosen pemegang hak paten di lingkungan kampus masih minim. Karena itu, pihaknya mulai menggencarkan pendampingan agar lebih banyak karya dosen yang terdaftar secara resmi.

“Pemegang hak paten di kampus kita belum banyak, untuk itu kita sangat memerlukan penambahan jumlah paten. Hak paten itu sangat strategis, terutama saat akreditasi. Untuk mulai tahun ini kita galakan pengurusan paten bagi dosen. Peraih paten ibaratnya adalah pahlawan bagi kampus, terutama UPGRIS,” ujarnya.

Menurutnya, hak paten bukan sekadar legalitas karya. Lebih dari itu, paten menjadi bukti bahwa penelitian dosen mampu menghasilkan inovasi nyata dan berdampak luas bagi masyarakat maupun dunia industri.

Selain memperkuat reputasi perguruan tinggi, jumlah paten juga dinilai berpengaruh terhadap akreditasi kampus, peluang kerja sama, hingga akses pendanaan riset.
Wiyaka berharap para dosen mulai lebih antusias mengajukan hak paten, terutama setelah mengikuti workshop pendampingan tersebut.

“Kita berharap teman-teman dosen bergairah dan antusias untuk meraih paten. Ini menjadi concern kami bagi kami agar dosen mau mengajukan paten. Mudah-mudahan 16 peserta bisa mengambil manfaat dari workshop ini,” katanya.

Sementara  Wakil Rektor IV UPGRIS Prof. Nur Khoiri  meminta para dosen yang sudah memiliki draft pengajuan paten segera menuntaskannya agar bisa segera diproses.

“Harapannya yang sudah punya draft, bisa segera diselesaikan. Paten itu hak eksklusif, dan manfaatnya sangat penting bagi kualitas akademik kita,” tuturnya.

Workshop tersebut juga menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Direktorat Paten, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang, Drs. Zulhelmi Yunus, M.Hum. Dalam kesempatan itu, ia memaparkan strategi pengajuan hak paten bagi para dosen agar peluang lolos semakin besar. (kap)

Editor : Baskoro Septiadi
#daya saing #Hak Paten #Universitas PGRI Semarang