Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Empat Profesor Baru Dikukuhkan, Unissula Perkuat Daya Saing Kampus Unggul

Figur Ronggo Wassalim • Kamis, 12 Februari 2026 | 16:01 WIB
 
 
Empat profesor baru resmi dikukuhkan dalam Rapat Senat Terbuka yang dipimpin Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH di Auditorium Unissula, Kamis (12/2).
Empat profesor baru resmi dikukuhkan dalam Rapat Senat Terbuka yang dipimpin Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH di Auditorium Unissula, Kamis (12/2).
 
RADARSEMARANG.ID, Semarang - Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) kembali menambah deretan guru besar. 
 
Empat profesor baru resmi dikukuhkan dalam Rapat Senat Terbuka yang dipimpin Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH di Auditorium Unissula, Kamis (12/2). 
 
Pengukuhan berlangsung khidmat di hadapan jajaran senat, pimpinan fakultas, hingga para tamu undangan dari berbagai perguruan tinggi.
 
Tiga profesor berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), yakni Prof Dr H Ardian Adhiatma SE MM dan Prof Dr Tri Wikaningrum SE MSi sebagai Guru Besar Ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia, serta Prof Dr Dra Winarsih SE MSi CSRS CSRA sebagai Guru Besar Ilmu Akuntansi Manajemen. Dengan tambahan ini, FEB Unissula kini memiliki 21 guru besar.
 
Sementara satu profesor lainnya berasal dari Fakultas Agama Islam (FAI), yakni Prof Dr A Zaenurrosyid SHI MA, yang menjadi guru besar pertama di fakultas tersebut dengan konsentrasi Ilmu Hukum Islam.
 
Dalam pidatonya, Prof Gunarto juga menyoroti lima nilai yang tercermin dari perjalanan akademik para guru besar, yakni integrasi sains dan agama, kedisiplinan, keharmonisan keluarga, bakti kepada orang tua dan guru, serta ketakwaan. 
 
Nilai-nilai tersebut dinilai selaras dengan visi Unissula dalam membangun pendidikan yang memadukan kecerdasan intelektual dan spiritual.
 
Rapat senat terbuka itu turut dihadiri Ketua Pembina Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) KH Ali Mufiz, Ketua Pengurus YBWSA Prof Dr Bambang Tri Bawono SH MH, para rektor perguruan tinggi di Jawa Tengah, dekan fakultas, dosen, serta tamu undangan lainnya. 
 
Momentum ini sekaligus menegaskan komitmen Unissula memperkuat tridarma perguruan tinggi melalui riset, pengabdian, dan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam.
 
Rektor Unissula Prof Gunarto menegaskan, pengukuhan guru besar bukan sekadar pencapaian personal, melainkan amanah akademik dan moral. 
 
Guru besar, kata dia, dituntut menjadi rujukan keilmuan sekaligus penggerak riset yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.
 
“Guru besar memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk menginspirasi generasi muda serta memperkuat reputasi institusi di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.
 
Menurutnya, tambahan empat guru besar juga memperkuat posisi Unissula sebagai kampus unggul. 
 
Saat ini, Unissula tercatat terakreditasi unggul dengan sekitar 95 persen program studi juga berstatus unggul. 
 
Secara pemeringkatan, Unissula menempati posisi 401 Webometrics dunia, PTS peringkat 1 Jawa Tengah, peringkat 4 nasional, serta masuk 95 besar perguruan tinggi Asia. 
 
Jumlah mahasiswa baru mencapai 12.650 dengan total mahasiswa aktif sekitar 32 ribu dan didukung lebih dari seratus guru besar.
 
Pengukuhan ditandai dengan penyampaian orasi ilmiah dari masing-masing profesor. 
 
Prof Ardian Adhiatma mengangkat tema Penguatan Integrasi Knowledge Worker dan Nilai Diri pada Era AI. 
 
Ia menyoroti peluang sekaligus tantangan kecerdasan buatan (AI) terhadap integritas profesional.
 
Menurutnya, profesional masa kini perlu berlandaskan integritas yang mencakup skill, knowledge, attitude, dan ability agar mampu memimpin disrupsi teknologi secara bertanggung jawab. 
 
"Etika profetik harus menjadi cahaya dalam memanfaatkan AI demi keadilan dan kesejahteraan manusia," ujarnya.
 
Prof Tri Wikaningrum dalam orasinya bertajuk Islamic Collaborative Agility Capital menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia berbasis nilai Islam, khususnya di sektor perbankan syariah. 
 
Ia menilai organisasi intensif pengetahuan membutuhkan SDM yang adaptif, kolaboratif, serta ditopang penguatan produk, pemasaran, kerangka hukum, dan implementasi prinsip syariah yang konsisten.
 
Sementara Prof Winarsih membahas Transformasi Akuntansi Manajemen di Era AI Berbasis Islamic Culture Governance. 
 
Ia menjelaskan, digitalisasi dan AI telah mengubah peran akuntan dari sekadar pencatat laporan menjadi mitra strategis dalam pengambilan keputusan bisnis. 
 
Namun, transformasi itu menuntut peningkatan kompetensi teknologi, pemahaman risiko keamanan data, serta pendidikan berkelanjutan.
 
Adapun Prof Zaenurrosyid mengangkat tema filantropi Islam melalui orasi berjudul Membangun Produktivitas Filantropi Islam: Inovasi Fundraising, Profesionalisme Manajemen, dan Distribusi ZISWAF Berbasis Maqasid Syariah. 
 
Ia menekankan zakat, infak, sedekah, dan wakaf bukan sekadar praktik keagamaan, tetapi instrumen sosial ekonomi yang berperan besar dalam pembangunan peradaban. 
 
Inovasi penghimpunan dana dan tata kelola profesional dinilai menjadi kunci peningkatan dampak ZISWAF secara berkelanjutan. (fgr)
Editor : Baskoro Septiadi
#Maqashid Syariah #profesionalisme #Kompetensi #Unissula #Professor #rapat senat terbuka