Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kebutuhan Guru di Jateng Masih Kurang, Terutama di SMK

Khafifah Arini Putri • Selasa, 16 Desember 2025 | 12:26 WIB
Ketua PGRI Jateng Muhdi
Ketua PGRI Jateng Muhdi

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kebutuhan guru di Jawa Tengah (Jateng) dinilai masih kurang. Terutama tenaga pendidik dengan minat tertentu.

Hal itu disampaikan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Tengah Muhdi. Ia menegaskan pengangkatan ribuan guru PPPK belum sepenuhnya menjawab persoalan di sekolah.

Menurut Muhdi, kekurangan guru terjadi pada bidang-bidang tertentu. Terutama mata pelajaran spesifik.

"(Kebutuhan guru) Belum mencukupi, sehingga masih dibutuhkan guru-guru tambahan, terutama untuk bidang-bidang tertentu," kata Muhdi saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Semarang, Senin (15/12).

Wakil Ketua Komite 1 DPD RI ini pun mengungkapkan persoalan kebutuhan guru yang masih kurang telah dibahas bersama Kementerian PANRB dan menjadi perhatian pemerintah daerah. Sebab kata dia, tahun depan sudah tak boleh lagi ada tenaga honorer.

“Dengan Menpan sudah membahas ini dan nanti dipersilakan kepada Bupati, Walikota, Gubernur pada tahun yang akan datang apabila ada, sebut saja kalau guru kan bidang studi tertentu, ternyata gurunya kurang dimungkinkan untuk mengajukan rekrutmen,” jelasnya.

Ia mencontohkan kekurangan guru pada mata pelajaran bahasa asing hingga kejuruan masih banyak ditemui di beberapa sekolah.

"Misalkan guru mata pelajaran bahasa Prancis, di sekolah itu ada pilihan itu, siswa yang milih juga banyak, gurunya enggak ada," bebernya.

Kondisi serupa juga terjadi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Beberapa kompetensi keahlian kekurangan pengajar. Akibatnya, ada guru yang mengajar melebihi beban maksimal.

"Ini kan problem-problem yang fakta (banyak ditemui) bahwa masih ada mata pelajaran tertentu, gurunya ada tetapi melampaui jam kewajiban yang harus dipenuhi. Yang kedua (permasalahnnya) gurunya memang tidak ada," bebernya.

Kini untuk menutup kekurangan tersebut, digunakan skema guru tamu. Namun Muhdi mengingatkan hal tersebut tidak bisa dibiarkan terlalu lama.

“Di Jawa Tengah ada namanya guru tamu. Itu kan untuk menutup kekurangan itu dan saya berharap Pak Gub tidak boleh berterus lama-lama membiarkan guru tamu karena nanti akan menjadi masalah baru,” ujarnya.

Sebelumnya Kepala Disdikbud Jateng Sadimin menyebut ada 10.303 guru dan tenaga kependidikan paruh waktu di Jateng yang menerima SK PPPK Paruh Waktu, yang disampaikannya saat menghadiri peringatan HUT PGRI ke-80 dan Hari Guru Nasional beberapa waktu lalu.

Kendati demikian jumlah ini masih belum mencukupi kebutuhan guru di Jateng. (kap)

Editor : Baskoro Septiadi
#kebutuhan guru #Disdikbud Jateng #Persatuan Guru Republik Indonesia #JAWA TENGAH #sekolah menengah kejuruan