RADARSEMARANG.ID, Semarang - Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menerima 4.186 mahasiswa baru pada tahun akademik 2025/2026.
Dari jumlah itu, sebanyak 33 merupakan mahasiswa asing. Mereka berasal dari India, Timor Leste, Pakistan, Thailand, Nigeria, Ghana, Arab Saudi, dan Yaman.
Rektor Unimus Prof. Masrukhi menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan orang tua mahasiswa yang telah memilih Unimus sebagai tempat menuntut ilmu.
Pihaknya berharap kehadiran mahasiswa asing akan semakin memperkaya suasana akademik sekaligus memperluas jejaring internasional kampus.
"Diantara 4.186 mahasiswa baru Unimus, selain dari seluruh pelosok daerah di Indonesia, Unimus juga menerima sebanyak 33 mahasiswa asing, yang berasal dari India, Timor Leste, Pakistan, Thailand, Nigeria, Ghana, Saudi Arabia, dan Yaman," jelas Prof Masrukhi di Gedung Serbaguna Unimus, Senin (8/9).
Pada kesempatan itu Prof. Masrukhi menekankan pentingnya pengembangan intelektualitas, karakter, dan literasi kemanusiaan bagi mahasiswa baru.
Pihaknya mengingatkan agar mahasiswa baru waspada terhadap modus penipuan berkedok pertemanan di media sosial.
Terutama berkaitan dengan pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol). Sehingga ke depan tidak ada mahasiswa Unimus yang terjerat pinjol muapuan judol
"Pada mahasiswa jangan mau terkena atau ikut pinjaman online, itu menyusahkan termasuk juga judi online," tegasnya.
Lebih lanjut, Prof Masrukhi menekankan mahasiswa Unimus ini tidak hanya dibekali dengan ilmu pengetahuan sesuai program studinya. Namun juga pembinaan karakter yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.
“Sehingga kelak ketika menjadi profesional di bidang apapun, apakah ilmuwan, politisi, atau pengusaha, nilai-nilai keislaman itu mendasari aktivitas mereka. Sehingga kelak tidak usahlah korupsi ya, tidak usahlah ketangkap KPK itu enggak usah ya,” pesannya.
Menurutnya kehidupan kampus adalah masa metamorfosis dari siswa menjadi insan dewasa. Karena itu, mahasiswa harus kritis, inovatif, serta mampu menjaga kebersamaan dalam perbedaan.
“Belajarlah dengan penuh semangat, jangan minder, jangan takut, dan jadilah mahasiswa yang bahagia. Karena Unimus adalah kampus unggul yang nyaman, menggembirakan, memajukan, memuliakan, serta zero bullying,” tandasnya.
Sementara Komite Etik Bimbingan Konseling Unimus, Siti Aminah, mengingatkan mahasiswa baru agar lebih selektif dalam bergaul, baik secara langsung maupun di media sosial.
Ia mencontohkan banyak kasus mahasiswa baru yang terjebak modus perkenalan lewat aplikasi pesan, seperti Telegram, Facebook, dan lainnya hingga berujung pada tindak penipuan maupun ajakan bisnis gelap.
"Mahasiswa baru tadi diajak kenalan, diajak ketemu, lalu ke hotel, di sana ada banyak pelaku bisnis ghoib," ungkapnya.
Pada kesempatan itu juga hadir Gubernur Jateng Ahmad Luthfi yang turut menyampaikan materi pada mahasiswa baru.
Luthfi menekankan mahasiswa merupakan tonggak penting bagi negara. Dimana merekalah yang bakal terjun langsung ke masyarakat.
""Untuk mahasiswa dia harus punya talenta, artinya mahasiswa kita adalah kritis, dia punya semangat, punya kelebihan energi, harus kita salurkan kepada kegiatan-kegiatan akademik," ujar Luthfi. (kap/svc)
Editor : Agus AP