RADARSEMARANG.ID, DEMAK – Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro tahun 2025 difokuskan pada program pembibitan dan penanaman mangrove. Program ini melibatkan mahasiswa, dosen pembimbing, sebagai bentuk aksi nyata dalam menanggulangi abrasi dan banjir rob yang terjadi di wilayah pesisir Pantai Glagah Wangi, Desa Tambakbulusan, Kecamatan Karangtengah.
Program ini dipimpin oleh Ketua SDG’s Center Undip, Prof. Dr. Denny Nugroho Sugianto. yang menekankan pentingnya konservasi dan rehabilitasi hutan mangrove sebagai langkah jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berdampak langsung, tetapi juga menjadi investasi untuk masa depan wilayah pesisir.
Kegiatan ini juga berada di bawah koordinasi Pusat Kajian Mitigasi Bencana dan Rehabilitasi Pesisir (PKMBRP) Universitas Diponegoro sebagai bagian dari strategi meminimalisir risiko bencana terhadap lingkungan.
Tim pelaksana juga melibatkan beberapa dosen Universitas Diponegoro yaitu, Prof. Ambaryanto dari Fakultas Ilmu Perikanan dan Ilmu Kelautan, Prof. Diana Nur Afifah dari Fakultas Kedokteran, Dr. Erni Setyowati, Dr. Rukuh Setiadi, dan Dr. Dessy Ariyanti dari Fakultas Teknik. Tidak hanya pihak kampus, kegiatan ini turut menggandeng perangkat desa, serta kelompok masyarakat. Kegiatan penanaman ini merupakan program kerja utama KKN-T SDG’s Undip mengangkat yang mengangkat tema “Peningkatan Kapasitas Masyarakat dalam Pembibitan Mangrove Menggunakan Teknologi Ramah Lingkungan untuk Rehabilitasi Pesisir Kabupaten Demak.”
Untuk mendukung penggunaan teknologi ramah lingkungan,pembibitan dilakukan dengan media tanam ramah lingkungan berupa eco-friendly polybag sebagai pengganti kantong plastik. Inovasi ini menjadi bentuk kontribusi Undip dalam mendukung praktik berkelanjutan sejak tahap pembibitan hingga penanaman.
Kegiatan ini juga sejalan dengan pendekatan Pola Ilmiah Pokok (PIP) Undip dan mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah pesisir beriklim tropis, khususnya dalam kerangka SDG’s 13 dan SDG’s 14. Program ini juga terintegrasi dengan kegiatan IDBU (Institu Desa Binaan Undip) sebagai kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan memberdayakan masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna dan peningkatan kesejahteraan.
Ahmad dan Musahadi selaku pengurus Bumi Desa (BUMDes) menyatakan bahwa program ini sangat membantu warga dalam pelestarian lingkungan serta menjaga keseimbangan ekosistem laut dan pesisir.
Editor : Tasropi