Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Ribuan Wali Murid Demo Yayasan Al Abidin Solo Tuntut Transparansi Dana, Duitnya Lari Kemana?

Falakhudin • Sabtu, 1 Februari 2025 | 17:24 WIB
Ribuan Wali Murid Demo Yayasan Al Abidin Tuntut Transparansi Dana Ke Yayasan Duitnya Lari Kemana?
Ribuan Wali Murid Demo Yayasan Al Abidin Tuntut Transparansi Dana Ke Yayasan Duitnya Lari Kemana?

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang — Persatuan Orang Tua Murid Al Abidin (Portal) kembali menggelar aksi pernyataan sikap.

Mereka menuntut transparansi Yayasan Al Abidin, Jumat (31/1).

Wali murid mengawali aksi dengan longmarch dari Masjid Mujahidin Banyuanyar menuju Kantor Yayasan Al Abidin Solo.

 

Mereka membawa berbagai poster.

Di antaranya bertuliskan “Dana Organisasi Siswa Harus Optimal,”.

“Maksimalkan Fasilitas Siswa Bukan untuk Yayasan,”.

“Tolak Uang Air Galon,” serta “Pengurangan SPP Karena MBG,” dan lainnya.

 

Koordinator Portal Iman Buhairi Santoso menjelaskan, aksi ini merupakan yang kali ketiga.

Sebelumnya mereka menggelar audiensi dengan DPRD Solo dan Dinas Pendidikan Solo.

Namun, ketua yayasan dan pembina yayasan selalu tidak hadir.

“Pernyataan sikap Portal yaitu meminta Yayasan Al Abidin transparansi dalam pengelolaan dana dari negara,” ujar Buhairi.

“Kami ingin melihat secara terang-benderang bahwa uang negara melalui dana BOS atau dana lain benar-benar disalurkan sesuai peruntukannya,” lanjutnya.

 

Menurut Buhairi, sekolah di bawah Yayasan Al Abidin telah menerima dana BOS sejak 2005.

Tetapi para orang tua tidak pernah mendapatkan kejelasan terkait penggunaannya.

Transparansi dana dianggap penting agar tidak terjadi duplikasi anggaran atau penyalah gunaan uang.

“Sudah dibayar dengan duit negara, masih dibayarkan juga oleh orang tua murid,” imbuhnya.

Portal juga menuntut Yayasan Al Abidin untuk menghentikan praktik profit taking yang dianggap berlebihan.

 

Salah satu contoh yang disoroti adalah biaya air galon Rp 90 ribu per semester, sedangkan kualitas air dinilai tidak layak minum.

Selain itu, kondisi kendaraan sekolah yang digunakan untuk kegiatan seperti outing class, juga dikeluhkan.

“Outing class selalu mendapat yang mati atau yang macet AC-nya, bahkan yang terakhir yang viral yaitu truk dengan pelat nomornya mati,” ujar Buhairi.

Portal juga meminta pemerintah menunda program Makan Bergizi Gratis MBG di Sekolah Yayasan Al Abidin hingga ada transparansi keuangan.

“Sebelumnya, pihak yayasan menyatakan bahwa katering makan siang adalah sedekah yayasan, tapi kemudian dinyatakan diambil dari tambahan biaya SPP,” ungkap Buhairi.

“Jika memang demikian, lebih baik MBG dialihkan ke sekolah lain yang lebih membutuhkan,” tegasnya.

 

Tuntutan lain yang disampaikan adalah agar guru dibebaskan dari kewajiban mengelola dana sedekah siswa.

Seperti Peduli Kawan (Peka) dan Tabungan Sedekah Subuh Keluarga (TSSK), sehingga mereka bisa lebih fokus mengajar.

Serupa terjadi saat audiensi dengan Disdik dan DPRD Solo.

Saking kecewanya dengan sikap ketua Yayasan Al Abidin, Portal mengancam mogok membayar seluruh biaya pendidikan anak-anak mereka.

 

Dalam aksi itu, perwakilan Portal membacakan pernyataan sikap berisi lima tuntutan utama terkait transparansi anggaran dan kebijakan Yayasan Al Abidin.

Pihak Yayasan Al Abidin sebenarnya menawarkan audiensi di dalam ruangan.

Tetapi massa wali murid menolak jika tidak ada kehadiran ketua dan pembina Yayasan Al Abidin.

“Kalau bapak-ibu mengetahui di struktur organisasi yayasan itu ada yang lebih atas yaitu ketua dewan pembina Yayasan,” ujar Imam.

“Beliau bisa hadir. Beliau bisa menemui termasuk nanti mengomunikasikan hal-hal yang ingin disampaikan kepada ketua yayasan. 

Tapi ternyata dari orang tua siswa tidak mau bertemu,” ujar Imam.

Menurut Imam, ketua Yayasan Al Abidin tidak perlu hadir karena sudah ada ketua dewan pembina yayasan.

 

“Sebenarnya bukan antara perlu dan tidak perlu. 

Semua kita sudah menerima dengan baik masukan dan saran dan orang tua, tetap kita terima,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Portal Iman Buhairi Santoso menjelaskan, orang tua murid enggan beraudiensi tanpa kehadiran ketua Yayasan Al Abidin.

“Meskipun pembina secara struktural lebih tinggi, tapi setiap kebijakan di lapangan enggak mungkin pembina yang turun tangan. 

Baca Juga: Punya Anak Dibawah Umur 17 Tahun Belum Punya Kartu Identitas Anak KIA, Ini Syarat, Cara Membuatnya, Gratis dan Banyak Banget Manfaatnya

 

Pasti ketua yayasan adalah di ujung, di tonggak paling tinggi, decision maker-nya,” tegas Buhairi.

“Yang melaksanakan kegiatan harian itu kan dari pihak pengurus. 

Tapi keputusan semuanya ada di ketua yayasan. 

Makanya kami ke sini menuntut ketua yayasan untuk hadir audensi. 

Audensi lima menit pun enggak apa-apa. 

Ini kita sudah mengalah,” paparnya.

Ditegaskan Buhairi, Portal tidak akan berhenti menuntut kejelasan dari Yayasan Al Abidin.

 

“Kami sudah tiga kali (sebelumnya) ke DPRD dan dinas pendidikan, tapi yayasan masih tidak mau membuka dialog dengan kami,” ujarnya.

“Kami ini orang tua murid, bukan musuh. 

Seharusnya mereka merangkul, bukan menghindar,” lanjut Buhairi.

Menurutnya, setiap kebijakan sekolah selalu diarahkan ke Yayasan Al Abidin.

Tetapi saat ditanyakan, pihak Yayasan Al Abidin justru melempar tanggung jawab.

 

“Ketika kami tanya ke kepala sekolah, mereka bilang itu keputusan yayasan. 

Tapi saat kami tanya yayasan, mereka bilang itu bukan kebijakan mereka. 

Lalu siapa yang bertanggung jawab? 

Kami melihat ada satu oknum di sini, yaitu ketua yayasan,” lanjutnya.

Sebagai langkah lanjutan, Portal mengancam akan melakukan pemutusan pembayaran secara masal jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Khususnya apabila ketua Yayasan Al Abidin tetap bersikeras tidak menemui mereka.

 

Buhairi menyebut, lebih dari 1.000 orang tua murid sudah bergabung di grup WhatsApp Portal dari berbagai unit sekolah di bawah Yayasan Al Abidin.

“Kami akan memberi keputusan secara masal bahwa karena ketergantungan yayasan adalah di uang kami, di uang investor, baik itu SPP, dari sedekah apa, semuanya, kita cut,” tandas Buhairi.

Imam menganggap kebijakan tersebut aneh, karena adanya penargetan besaran nominal Peka dan TSSK yang harus didapatkan guru.

“Katakanlah Rp50.000, Rp100.000,00 Ini kan aneh. 

Guru sudah ditekan dari yayasan bahwa setiap kelas, setiap pagi sedekah subuh itu ditarget,” jelasnya.

 

“Bahkan ada guru aktif yang setelah mengetahui pergerakan Portal mengatakan, ‘Saya sangat berterima kasih sama Portal karena saya sudah enggak ditarget’,” imbuh Imam.

Diungkapkan Imam, Peka seharusnya menjadi tabungan bersama di dalam sekolah.

 

Bukan dialihkan ke yayasan lain dengan alasan untuk anak yatim.

“Sekarang di Yayasan Al Abidin disuruh sedekah laptop,  Kan aneh tho,” tandasnya.

Menanggapi aksi ini, Humas Yayasan Al Abidin Imam Samodra menuturkan, pihaknya yayasan terus berbenah dan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi siswa dan orang tua.

 

“Pada intinya, Yayasan Al Abidin terus berbenah, memperbaiki diri dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada orang tua, siswa, dan semuanya,” ujarnya.

Imam berharap orang tua bisa menerima niat baik yayasan demi kelancaran proses belajar siswa. (fal/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#dana bos cair #pembina yayasan #Wali murid mengawali aksi dengan longmarch dari Masjid Mujahidin Banyuanyar menuju Kantor Yayasan Al Abidin Solo #grup WhatsApp Portal #Yayasan Al Abidin sebenarnya #Sekolah Yayasan Al Abidin #Transparansi Keuangan #transparansi dalam pengelolaan dana #Dana BOS Dihentikan #Dinas Pendidikan #pembina Yayasan Al Abidin #di Yayasan Al Abidin disuruh sedekah laptop #Dana BOS dan BOP untuk tahun 2025 akan dihitung berdasarkan indeks biaya pendidikan tiap daerah #ketua yayasan #decision maker #dana BOS 2025 #sedekah subuh #dana BOS belum turun #dana sedekah siswa #Humas Yayasan Al Abidin Imam Samodra #dana bos beli paket data #Persatuan Orang Tua Murid Al Abidin #dana BOS #ketua Yayasan Al Abidin #dprd solo #Dana BOS buat beli kuota internet #yayasan al abidin #Dana BOS Boleh Buat Beli Pulsa #dinas pendidikan solo #ketua dewan pembina Yayasan #Koordinator Portal Iman Buhairi Santoso #program Makan Bergizi Gratis MBG #Outing Class Learning #Transparansi dana #Outing Class #dana bos afirmasi #Peduli Kawan #Guru sudah ditekan dari yayasan #Outing Class Taman Kanak-Kanak