RADARSEMARANG.ID, Semarang - Universitas Diponegoro (Undip) merupakan salah satu perguruan tinggi negeri yang ada di Indonesia.
Sebagai salah satu Lembaga Pendidikan, Universitas Diponegoro turut serta melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan pendekatan multidisipliner dan monodisiplin yang didasarkan atas partisipasi mahasiswa.
Kegitan tersebut dilaksanakan dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai bentuk pengabdian dari mahasiswa dengan turut menyumbangkan waktu dan pemikiran yang berguna memecahkan permasalahan yang ada di masyarakat.
KKN UNDIP merupakan salah satu dari perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi menurut Peraturan Rektor Universitas Diponegoro No.4 Tahun 2020 (Bab I, Pasal 1) peraturan akademik bidang pendidikan program sarjana Universitas Diponegoro.
Aspek Tri Dharma dalam perguruan tinggi memiliki arti sebagai program kegiatan lapangan yang memadukan aspek-aspek pendidikan/pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Lokasi KKN berada di Desa Amongrogo, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Desa Amongrogo ialah salah satu desa dari 17 desa yang berada pada wilayah Kecamatan Limpung Kabupaten Batang yang mempunyai luas wilayah 180 hektare, berpenduduk kurang lebih 2.885 jiwa.
Desa ini memiliki 7 pedukuhan, yaitu Amongrogo, Padenokan, Maliyan, Kwangsan, Manggisan, Sokosawit dan Sindutan.
Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro bernama Ainurisa Vaniandra dari Program Studi Teknik Geologi berhasil menyelesaikan proyek monodisiplin dengan menganalisis Daerah Rawan Bencana Gempa Bumi pada lokasi tersebut.
Berdasarkan tinjauan geologi, Gempa Bumi adalah peristiwa berguncangnya bumi yang disebabkan oleh adanya tumbukan antar lempeng bumi, aktivitas sesar (patahan), aktivitas gunungapi atau runtuhan batuan.
Proyek ini merupakan wujud nyata dari penerapan teknologi geospasial dalam pengembangan desa, untuk bertujuan sebagai peningkatan informasi dan pengelolaan wilayah desa.
Pembuatan proyek peta ini didasarkan pada peristiwa gempa bumi yang telah melanda wilayah Kabupaten Batang pada 7 juli 2024 dengan kekuatan Gempa Bumi Magnitudo 4,4 dan kedalaman 6 Kilometer dengan pusat berada di darat timur laut batang akibat dari aktivitas sesar aktif.
Akibat dari adanya gempa yang telah terjadi, timbul keresahan bagi warga desa Amongrogo.
Pengolahan data dilakukan menggunakan Perangkat Lunak Geospasial seperti Arcgis, CorelDraw dan pendukung data lain seperti Peta Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi PVMBG, Peta RBI Digital dan Citra Satelit Esri Kawasan Kabupaten Batang.
Hasil dari Analisis Gempa Bumi berdasarkan data tersebut mengasilkan “Peta Kawasan Rawanan Gempa Bumi Sangat Rendah” pada daerah desa Amongrogo.
Dalam pembuatan peta berlangsung selama dua hari, dengan hasil akhir berupa peta yang dicetak menyesuaikan ukuran frame 30 x 40 kemudian dilanjut dengan penyerahan kepada perangkat desa berlangsung pada Senin (29/7/2024).
Adapun manfaat dari Peta Rawan Bencana Gempa Bumi yang mempunyai manfaat sangat penting terutama pada daerah Indonesia yang tinggi akan aktivitas seismik.
Manfaat utama dari Peta Rawan Bencana gempa bumi seperti Identifikasi wilayah beresiko, Perencanaan Mitigasi, Edukasi Masyarakat, Pengembangan Infrastruktur yang tahan gempa, Analisis risiko, Penyusunan rencana evakuasi. (*/web/bas)
Editor : Baskoro Septiadi