RADARSEMARANG.ID - Hasil Studi Tracer 2023 Puslapdik pada alumni penerima KIP Kuliah menunjukkan mayoritas memiliki IPK di atas 3,00.
Bahkan, ada yang mencapai 3,99, dan ada juga sejumlah kecil alumni dengan IPK di bawah 3,00 pada periode April-September 2023.
Studi Tracer 2023 ini merupakan yang kedua setelah tahun 2018 yang dilakukan oleh Ditjen Dikti.
Metode yang digunakan dalam Studi Tracer 2023 adalah survei dengan kuesioner secara langsung melalui WhatsApp blast, dan wawancara.
Dalam pelaksanaannya, Puslapdik bekerjasama dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti).
Kemudian dibantu oleh Persatuan Mahasiswa dan Alumni Bidikmisi/KIP Kuliah atau Permadani Diksi KIP-K Nasional.
Menurut data dari Kemendikbudristek, jumlah total mahasiswa penerima KIP Kuliah dari tahun 2010 hingga 2024 mencapai sekitar 1.052.445 orang, dengan jumlah alumni atau lulusan sekitar 440 ribu orang.
Dari 440 ribu alumni tersebut, hanya sekitar 125 ribu orang yang berhasil terdeteksi keberadaannya melalui sistem.
Jumlah tersebut diatas ditambah dengan sekitar 3 ribuan alumni yang terdata oleh Permadani Diksi KIP-K Nasional.
Dari total 128 ribu alumni KIP Kuliah, sebanyak 20.706 alumni telah memberikan tanggapan dengan mengisi kuesioner sampai tanggal 30 September 2023.
Dari jumlah tersebut, 6.348 orang adalah alumni yang memulai kuliah pada tahun 2018.
sementara 1.427 orang memulai kuliah pada tahun 2019, dan sisanya adalah mahasiswa penerima KIP Kuliah antara tahun 2013 hingga 2017.
Dari 20.706 alumni KIP Kuliah yang mengisi kuesioner, 42 persen di antaranya berhasil mencapai IPK 3,50 - 3,75, dan berhak mendapatkan predikat cumlaude.
Bahkan, sebanyak 28 persen alumni yang mengisi kuesioner mampu mencapai prestasi akademik dengan IPK antara 3,75 - 3,99.
Di Indonesia, lulusan dengan IPK 3,8 - 3,9 berhak mendapatkan predikat magna cumlaude atau dengan kehormatan besar.
Menariknya, ada sebanyak 2,3 persen alumni di jenjang D2 yang berhasil mencapai IPK 4,00.
Sebagai tambahan informasi, Studi Tracer atau yang sering disebut survei alumni adalah penelitian yang bertujuan untuk melacak, dan mengevaluasi kinerja alumni dalam mencari pekerjaan setelah mereka lulus dari perguruan tinggi.
Studi Tracer ini mencakup semua alumni Bidimisi/KIP Kuliah sejak angkatan pertama masuk kuliah pada tahun 2010.
Namun, mayoritas responden adalah alumni yang mulai kuliah pada tahun 2014 atau lulus dalam rentang waktu 5 tahun terakhir, dan paling lambat lulus pada tahun 2022.
Editor : Baskoro Septiadi