RADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Kreativitas warga Bendungan, Kecamatan Gajahmungkur ini, dalam dalam mendaur ulang sampah patut diacungi jempol.
Dengan memanfaatkan tutup botol dan kardus bekas, warga berhasil menciptakan alat peraga edukasi (APE) yang menarik.
Setidaknya, ada 30 warga Kelurahan Bendungan, yang turut andil dalam daur ulang sampah Jumat (21/6) kemarin.
Mereka membuat alat edukasi anak untuk mengenal warna, huruf, dan angka.
Baca Juga: Belajar Menjumlah dan Mengurangkan Bilangan Bulat dengan Tutup Botol
Dengan ketelatenan warga mewarnai tutup botol dan memberi huruf alfabet. Selain itu, mereka memanfaatkan kardus bekas untuk menjadi dadu.
Salah satu warga RT 2, RW 2, Bendungan, Eva, mengaku sangat senang karena daur ulang ini sangat bermanfaat.
Apalagi, dirinya juga kader PAUD, sehingga sangat terbantu dengan APE daur ulang. Dia bisa membuat metode pembelajaran baru.
"Apalagi ibu-ibu yang mempunyai anak usia PAUD dan TK, ya. Untuk pembelajaran anak, literasi maupun numerasi di rumah," katanya.
Sementara itu, Pemateri, Yuasthiane Lumangkun, menjelaskan, pemanfaatan tutup botol sebagai APE dipilih karena kurang dilirik orang.
Pun dengan pembautan dadu dari kardus.
Melalui APE tutup botol dan dadu ini anak mendapat tiga pembelajaran. Pertama, anak dapat mengenal warna melalui titik dadu dengan warna yang berbeda.
Kedua, anak akan mengenal huruf yang ada di tutup botol. Ketiga, anak dapat berhitung melalui dadu.
"Dari dadu itu, jatuh angka berapa. Misal angka lima, tutup dilingkari pakai karet, dari huruf A," katanya.
Ia berharap, dengan pembelajaran melalui APE, anak usia PAUD dan TK mengurangi penggunaan gadget.
"Kalau anak-anak usia dini jika tidak melakukan edukasi seperti ini, maka akan egois, karena bermainnya bisa berkelompok," jelasnya. (fgr/zal)
Editor : Tasropi