RADARSEMARANG.ID, Semarang - Di tengah era digitalisasi yang pesat, adopsi teknologi menjadi suatu keharusan bagi para pelaku UMKM agar dapat bersaing secara global dan bertahan dalam persaingan pasar yang semakin kompetitif.
Dalam upaya mendukung pengembangan dan pemberdayaan UMKM, mahasiswa PPG Prajabtan Gelombang 1 Tahun 2023 memberikan bantuan dan pendampingan kepada para pelaku UMKM binaan dalam meningkatkan daya saing dan menghadapi perubahan zaman.
Upaya tersebut dikemas dalam Projek Kepemimpinan (PK) dengan judul “Pelatihan Digital Market Dengan Aplikasi Instagram Dan Grab Food Sebagai Upaya Peningkatan Penjualan Pada Pelaku UMKM Kelurahan Kuningan Kecamatan Semarang Utara”.
Projek ini dirancang dan dilaksanakan atas bimbingan dari dosen kelompok 3 Dr. Ida Dwijayanti, M. Pd.
"Digital Marketing merupakan suatu bentuk usaha dalam mempromosikan dan memasarkan sebuah merk atau usaha yang dimiliki dengan menggunakan media digital seperti internet. Strategi ini sangat populer dan dimanfatkan oleh sebagian besar pemasar atau pengusaha di seluruh dunia," ungkap Ketua Pelaksana Project, Tri Purna Widiyani.
Saat ini sudah banyak pelaku usaha yang menggunakan media online untuk memasarkan usaha dan produknya.
Selain untuk memasarkan juga untuk media promosi kepada calon pelanggan. "Salah satunya di media sosial atau di platform seperti Instagram dan Grabfood," lanjutnya.
Menurutnya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam laju ekonomi Indonesia terutama dalam penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan rumah tangga yang mendukung pendapatan rumah tangga.
Oleh karena itu perlu didukung dengan strategi pemasaran yang mengikuti perkembangan teknologi atau digital marketing.
Namun belum tentu semua pelaku UMKM memiliki keterampilan dalam menggunakan teknologi digital pada pemasaran terutama pelaku usaha UMKM yang berusia di atas 45 tahun atau pelaku usaha UMKM yang masih belum melek teknologi digital.
Untuk itu perlu dilakukan pelatihan digital marketing karena dapat memiliki berbagai manfaat.
"Diantaranya meningkatkan omset penjualan, membantu UMKM memanfaatkan platform digital instagram dan juga grabfood untuk promosi, memberikan informasi pelaku UMKM untuk berinteraksi dengan konsumen secara langsung, memperluas jangkauan pemasaran bagi pelaku usaha UMKM, membantu pelaku usaha UMKM lebih kreatif dalam membuat konten pemasaran," bebernya.
Metode yang digunakan dalam kegiatan projek kepemimpinan ini adalah dengan memberikan pelatihan secara langsung di Kelurahan Kuningan Semarang Utara.
Materi pelatihan diberikan dan diajarkan oleh mahasiswa Universitas PGRI Semarang pada Rabu (21/2) yang dilanjutkan pemantauan untuk melihat perkembangan para peserta latihan pelaku usaha UMKM di Kelurahan Kuningan Semarang Utara.
"Pelatihan diawali dengan memberikan paparan mengenai digitalisasi marketing dan peluangnya. Kemudian cara membuat akun Instagram dan Grabfood serta cara mengubah akun media sosial Instagram dan Grabfood menjadi akun professional atau akun GrabMerchant untuk dapat memasarkan produk," jelasnya.
Kemudian memberikan arahan cara memanfaatkan media sosial Instagram dan Grabfood untuk memperluas jangkauan penjualan. Serta membuat pelatihan konten foto atau video menarik untuk di upload di media sosial tersebut.
"Para pelaku UMKM juga antusias untuk mengikuti kegiatan pelatihan ini karena mereka memiliki rasa ingin tahu dengan adanya ilmu baru yang dapat membantu dan bermanfaat bagi kemajuan usaha," ujarnya.
Pelatiham Digitalisasi dengan Aplikasi Instagram dan Grabfood yang telah diberikan oleh mahasiswa Universitas PGRI Semarang guna menyelesaikan tugas Projek Kepemimpinan ini.
Harapannya dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi para pelaku usaha UMKM dan dapat mendukung kemajuan para pelaku usaha UMKM di Kelurahan Kuningan Semarag Utara (nun/bas)
Editor : Baskoro Septiadi