Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Ajak Keliling Candi Borobudur tanpa ke Magelang, BINUS University Hadirkan Metaverse Borobudur, Apa itu?

Khafifah Arini Putri • Sabtu, 24 Februari 2024 | 02:11 WIB
Salah satu mahasiswa mencontohkan teknologi VR dengan melihat langsung relief Candi Borbdur melalui monitor komputer.
Salah satu mahasiswa mencontohkan teknologi VR dengan melihat langsung relief Candi Borbdur melalui monitor komputer.

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Gebrakan baru dilakukan oleh BINUS University, dengan menghadirkan Metaverse Borobudur.

Yakni dengan mengajak masyarakat untuk berkeliling Candi Borobudur dengan virtual reality (VR).

Inisiatif ini menggabungkan teknologi terbaru dengan pendidikan dan pariwisata. Hal ini dilakukan guna menjawab tantangan dan peluang yang ditawarkan oleh era digital.

Metaverse Borobudur tidak hanya menjadi sebuah pengalaman virtual biasa. Tetapi juga sebuah langkah nyata untuk memanfaatkan teknologi terbaru.

Sehingga menciptakan pengalaman berwisata yang lebih mendalam, interaktif, dan edukatif bagi masyarakat. 

Prototyping tentang Model Destinasi Wisata Cerdas Berkelanjutan berbasis Metaverse(Metaverse-basea Sustainable Smart Tourism Destinations) ini dibuat oleh Dosen di School of Information Systems Binus University Siti Elda Hierera.

Elda sapaan akrabnya mengaku alasannya memvisualisasikan Candi Borobudur ke dalam metaverse adalah untuk mengangkat sejarah Candi Borobudur agar dikenal luas masyarakat.

Di mana anak muda saat ini mulai meninggalkan sejarah nenek moyang terdahulu. Kata dia, sasaran dari prototyping ini adalah generasi Z.

Harapannya ke depan mereka akan aware terhadap warisan nenek moyang. 

Lebih lanjut pihaknya menyebut melalui metaverse BINUS berhasil menggabungkan pembelajaran dengan pariwisata.

Metaverse Borobudur menjadi sebuah inovasi untuk meningkatkan kepuasan wisatawan, memberikan pengalaman imersif, serta meningkatkan pemahaman tentang sejarah dan budaya lokal selama berwisata. 

“Jadi masyarakat yang belum sempat berkunjung ke Candi Borobudur ini bisa merasakan masuk ke sana, dan melihat sejarahnya tanpa harus datang, tapi bisa melalui ponsel mereka,” jelas Elda saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di Kampusnya, Jumat (23/2).

Kolaborasi tidak hanya memiliki nilai akademis, tetapi juga dampak praktis yang signifikan dalam meningkatkan pengalaman pariwisata digital di Indonesia.

Penelitiannya ini berjudul Model Destinasi Wisata Cerdas Berkelanjutan berbasis Metaverse (Meta verse-based Sustainable Smart Tourism Destinetions).

“Metaverse dalam bentuk VR game membuat wisatawan dapat merasakan pengalaman seakan berada dilokasi tersebut secara virtual sebelum mereka benar benar berkunjung. Penelitian ini menggandeng industri langsung yaitu WIR Group yang membuat platform ekosistem metaverse NusaMeta. Ini kan masih prototipe nanti akan dibuat dalam bentuk mobile dan VR,” akunya.

Campus Director BINUS University Semarang Boto Simatupang mengaku pihaknya akan terus akan terus konsisten dalam mengembangkan inovasi di dunia digital.

Dengan terus mengadopsi teknologi terbaru yang mendukung proyek-proyek seperti Metaverse Borobudur.

Kampusnya bakal menunjukkan komitmen untuk tetap menjadi pelopor dalam memanfaatkan potensi teknologi untuk pendidikan, bisnis, dan pariwisata.

Melalui upaya-upaya seperti ini, BINUS tidak hanya membantu memajukan pendidikan tinggi di Indonesia.

Tetapi juga mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi tuntutan dunia kerja yang semakin digital di era revolusi industri 4.0. 

“Kami selalu memberikan dukungan yang kuat terhadap pengembangan teknologi Metaverse, apalagi sebenarnya pembelajaran Metaverse ini ada juga pada minor program BINUS Semarang. Kami juga melihat bahwa karya BINUSIAN ini memiliki potensi dalam meningkatkan pengalaman pembelajaran dan pariwisata Indonesia,” ungkapnya. (kap)

Editor : Agus AP
#virtual reality #binus university #Candi Borobudur #Metaverse