Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Dekat dengan Siswa, Perkuat Peradaban Pendidikan

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Minggu, 16 Juli 2023 | 17:49 WIB
Kepala SMAN 5 Magelang, Drs. Sucahyo Wibowo, M.Pd
Kepala SMAN 5 Magelang, Drs. Sucahyo Wibowo, M.Pd

RADARSEMARANG.ID - Sebagai Kepala SMAN 5 Magelang, Drs. Sucahyo Wibowo, M.Pd selalu berusaha dekat dengan siswa dan guru.

Dengan begitu, lebih mudah mengoptimalkan dan mengembangkan karakter serta potensi siswa.

Kenikmatan menjadi seorang guru adalah dimana bisa memahami berbagai perilaku dan karakter seseorang. Apalagi generasi muda saat ini.

Melalui pemahaman karakter, ia tertantang untuk bisa lebih memahami mereka dan dekat dengan mereka.

Salah satu landasan yang menjadikannya sebagai guru karena terinspirasi tokoh pendidikan seperti Ki hajar Dewantara maupun Driyarkara.

Menurutnya, dengan menjadi seorang guru bisa ikut serta dan dalam membangun peradaban.  

“Hal ini karena, Pendidikan merupakan sebuah proses pemanusiaan manusia muda menjadi dewasa susila. Konsep ini mengartikan pendidikan merupakan proses yang berlangsung seumur hidup, artinya ikut andil dalam membangunm peradaban,” kata Kepala SMAN 5 Magelang, Drs. Sucahyo Wibowo, M.Pd

Pria kelahiran Magelang, 04 Desember 1964 ini, menambahkan, dalam proses mendidik siswa dituntut berpartisipasi aktif dalam proses serta mampu berinteraksi dengan lingkungan alam serta sosial di sekitarnya.

Sedangkan bagi pendidik atau guru, dituntut mempunyai kompetensi pendidik sejati, tidak sekedar hanya sebagai pengajar.

“Jadi, tidak hanya sebatas mengajar di kelas selesai terus Kembali kantor atau pulang. Sebagai seorang guru, kita juga harus dekat dengan para siswa. Minimal saling berkomunikasi atau ngobrol, ngobrol apapun,” ujarnya.

Dengan dekat kepada siswa, guru bisa tahu bagaimana kondisi siswa tersebut. Apalagi di era sekarang, dimana sistem pendidikan di Indonesia secara dinamis sudah mengikuti perkembangan zaman.

perkembangan tersebut dapat dilihat dari pergantian kurikulum belajar yang berlaku. Saat ini Kurikulum Merdeka yang sebelumnya dikenal dengan kurikulum prototipe, dikembangkan lagi menjadi kurikulum yang lebih fleksibel dan berfokus pada materi esensial serta pengembangan karakter dan kompetensi siswa.

“Dengan begitu harus pula diiringi peningkatan SDM tenaga pendidik dan kependidikan yang diyakini masih terjadi kesenjangan,” tambahnya.

Ia mengawali karir sebagai guru Sejarah di SMA Negeri 1 Magelang sejak 1995. Karirnya cukup bagus dan sudah dua kali dikirim Pemprov Jawa Tengah ke Queensland Australia 2008 dalam kegiatan pertukaran guru dengan di negara bagian tersebut.

Tahun 2014 berkesempatan lagi ke Queensland membangun Partnership dengan School Sister.

“Menjadi seorang pelayan pendidikan adalah hobi sekaligus pekerjaanya, berguna bagi masyarakat adalah harapan, dan beribadah adalah tujuan hidupnya,” ujarnya.

Ia lebih berfokus pada kepemimpinan manajerial. Tahun 2009 mendapat tugas sebagai Kepala SMAN 3 Magelang sampai dengan tahun 2012.

Kemudian kepala SMAN 1 Magelang sampai tahun 2020. Awal Maret 2020 sampai sekarang sebagai kepala SMAN 5 Magelang.

“Pengalaman berkesan adalah ketika saya bisa memahami berbagai perilaku dan karakter itu merupakan kenikmatan tersendiri sekaligus bangga bisa mendidik para generasi penerus bangsa dengan beragam latar belakang yang harus dipahami juga,” tambahnya. (rfk/fth)

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#SMAN 5 Magelang #sang pengajar #GURU