RADARSEMARANG.ID, Semarang - SMA Negeri 5 Semarang, menjadi salah satu sekolah yang lulusannya banyak diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) lewat Seleksi Berdasarkan Prestasi (SNBP). Pihak sekolah selalu melibatkan alumni untuk membagikan tips dan trik kepada siswa kelas 12 agar bisa masuk PTN.
Tiga tahun terakhir jumlah lulusan yang diterma pun meningkat. Terbukti, lulusan tahun 2022, SMA Negeri 5 Semarang, masuk tiga besar sekolah yang paling banyak diterima di PTN. Sementara tahun lalu posisi lima besar.
"Tahun 2022 lalu, kita rangking tiga dari SMA Negeri Kota Semarang. Pertama SMA Negeri 1, Kedua SMA Negeri 3, ketiga kita. Sebelumnya, kita rangking lima, yakni SMA 1, SMA 3, SMA 2, SMA 4, dan SMA 5. Tahun ini belum tahu," terang Kepala SMA Negeri 5 Semarang, Soleh Amin.
Tahun ini, ada 40 persen siswa kelas 12 akan memilih PTN dari jalur SNBP. Sejumlah PTN yang menerima lulusan siswa dari SMA Negeri 5 Semarang, di antaranya UGM, UI, Undip, Unair, Unnes, Universitas Brawijaya, IPB Bandung, Unpad, dan Polines. "Para siswa rata-rata sesuai linier dari jurusannya," katanya.
Pihak sekolah terus memberikan motivasi dan bimbingan untuk tes masuk. Karena saat ini tidak berbasis tes mata pelajaran seperti kimia, dan fisika.
"Kalau di sini kan IPA dan IPS. Tesnya seperti tes CPNS itu lho. Kita menggandeng pihak ketiga, karena tidak berbasis mapel. Ada nomorasi matematika, literasi Bahasa Indonesia, Literasi Bahasa Inggris," katanya.
Waka Kurikulum SMA Negeri 5 Semarang, Leni Iffah menambahkan, lulusan yang diterima di jalur SNBP cenderung naik. Karena semua sekolah yang akreditasi A mendapat kuota 40 persen. "Kita memiliki 12 rombel, masing-masing 36 siswa," katanya.
Pada 2021 bernama SNMPTN, ada 37 siswa. Tahun 2022 ada 40 siswa yang lolos. Pada 2023, SNBP yang diterima ada 43 siswa. "Kita berusaha maksimal untuk selalu ada tren naik," katanya.
Setiap guru harus mengingatkan karakter siswa. Selama satu semester, para siswa bisa beradaptasi. "Kita akomodir semuanya," katanya.
Di SNBP, semua mapel menjadi penilaian. Sehingga siswa tidak monoton ke dalam mapel tertentu sebagai standar. "Semuanya tidak terkecuali, sehingga anak memiliki semangat," katanya.
Bahkan, pada kelas 10 ia memotivasi para siswa untuk memiliki karakter dan prestasi. Pihaknya juga mengenalkan perguruan tinggi dari kelas 10.
"Kamu mau kuliah di mana, minat di mana. Kami meminta wali kelas untuk memotivasi sehingga para siswa saling menyemangati. Sehingga memotivasi anak untuk mendukung prestasinya," jelasnya.
Pihaknya mengadakan ekspo kampus ketika memasuki kelas 12. Mendatangkan alumni untuk memberikan tips dan trik untuk masuk PTN.
Ketika SNBP sudah mulai launching, pihaknya mendatangkan PTN dan mendampinginya untuk mengelompokkan jurusan. "Misalkan ada 10 siswa mau ke FK Undip semuanya, kami arahkan ke kampus lain. Kami mencoba untuk tidak mengelompok di satu PTN," katanya.
Sementara untuk SNBT, trennya juga naik. Tahun lalu ada 81 anak. Tetapi saat ini belum rlis. "Kami masih top seribu," katanya. (fgr/zal)
Editor : Baskoro Septiadi