RADARSEMARANG.ID, MASA remaja merupakan masa krusial bagi peserta didik. Sebab mereka seringkali harus membuat keputusan karir berkaitan dengan pilihan sekolah menengah.
Pun mereka akan dihadapkan, apakah setelah lulus melanjutkan ke perguruan tinggi atau langsung terjun di dunia kerja.
Disinilah program bimbingan dan konseling karir di sekolah diperlukan. Tujuannya untuk mengembangkan kompetensi individu dalam pengetahuan diri, eksplorasi pendidikan dan pekerjaan, dan perencanaan karir.
Perencanaan karir sebagai proses yang dilalui sebelum melakukan pemilihan karir. Proses ini mencakup tiga aspek. Yakni pengetahuan dan pemahaman diri sendiri, bidang pekerjaan dan penggunaan penalaran yang benar antara kondisi diri sendiri dengan dunia kerja—(Parsons dalam Winkel & Hastuti, 2006)
Guru BK/konselor perlu memberikan informasi yang cukup untuk menjawab kebutuhan peserta didik akan perencanaan karir.
Teknik Occupational Card Sort (Sortir Kartu Pekerjaan) merupakan teknik yang bisa digunakan Guru BK/konselor. Yakni untuk membantu mengatasi keragu-raguan dalam membuat pilihan karir.
Teknik Occupational Card Sort digunakan untuk mengidentifikasi dan memberikan peringkat minat pekerjaan. Caranya menggunakan pendekatan interaktif untuk membantu peserta didik dalam eksplorasi karir mereka.
Cara kerja Occupational Card Sort yakni melalui peningkatkan jangkauan dan kualitas informasi tentang diri dan pekerjaan tertentu. Kedua, memperluas atau mempersempit jangkauan pekerjaan yang sedang dipertimbangkan.
Ketiga, mendorong eksplorasi diri dan karir lebih lanjut. Guru BK, mencetak kartu pekerjaan pada kertas tebal yang berisikan nama pekerjaan di satu sisi dan informasi dan definisi pekerjaan tersebut.
Langkah pertama yakni meminta peserta didik mengurutkan kartu menjadi tiga tumpukan yang meliputi ‘Saya akan Memilih’, ‘Saya tidak Memilih’, dan ‘Saya Tidak Yakin’.
Pada tahap ini, peserta didik memutuskan kriteria yang akan digunakan dalam mengurutkan kartu. Misalnya berdasarkan pertimbangan tugas pekerjaan, lingkungan, gaji, persyaratan pendidikan, dan sebagainya.
Setelah itu, konselor berfokus pada proses eksplorasi tentang pekerjaan yang diminati.
Selanjutnya guru BK/Konselor menggunakan kartu-kartu tersebut sebagai rangsangan untuk diskusi.
Dimana diskusi berfokus pada tumpukan karut ‘Saya akan Memilih’. Selanjutnya apa yang tidak menarik tentang tumpukan ‘Saya Tidak Memilih’. Selain itu informasi apa yang diperlukan pada tumpukan ‘Saya Tidak Yakin’.
Kemudian, konselor dapat mengajak peserta didik mengeksplorasi lebih lanjut tentang pekerjaan yang diminati.
Dengan dorongan dari konselor, peserta didik dapat mengidentifikasi beberapa masalah yang muncul dalam mempertimbangkan suatu pekerjaan.
Penafsiran hasil penyortiran kartu pekerjaan menjadi bagian paling menarik dan menantang bagi konselor dalam sesi konseling karir.
Occupational Card Sort efektif dan efisien digunakan untuk membantu mengeksplorasi karir. Sebab dapat menarik tingkat keterlibatan dan keaktivan peserta didik.
Selain itu memberikan hasil yang cepat, biaya rendah, dan suasana yang lebih menyenangkan dibandingkan dengan pelaksanaan tes tertulis atau dengan komputer.
Melalui dorongan yang diberikan guru BK/Konselor penggunaan teknik Occupational Card Sort akan lebih efektif.
Terutama untuk meningkatkan keyakinan diri peserta didik. Bahwa mereka memiliki keterampilan yang diperlukan dalam pengambilan keputusan karir yang efektif. (ipa1/bud)
NUR NASIYATI, S.Pd
Guru BK SMAN 1 Wonotunggal, Kabupaten Batang
Editor : Agus AP