Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Setelah Diprotes, Unnes Undur Pelaksanaan OKPT

Agus AP • Jumat, 19 Agustus 2022 | 16:00 WIB
Istimewa
Istimewa
RADARSEMARANG.ID, Semarang Keluhan mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) terkait kebijakan Orientasi Kepramukaan Perguruan Tinggi (OKPT) yang dirasa memberatkan, akhirnya membuat pihak kampus melakukan investigasi.

Seperti diketahui saat ini sedang ramai tagar #selamatkanmahesa yang sempat ramai di linimasa Twitter dan Facebook, terkait beratnya pelaksanaan OKTP.  Menurut informasi yang dihimpun, Mahesa merupakan akronim dari Mengukur Aksara Harapan Elaborasi Satu Asa yang menjadi tema Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Unnes 2022.

Keberatan tersebut dikarenakan persyaratan dari panitia yang mewajibkan mahasiswa mengenakan kemeja berwarna dan berbagai perangkat yang harus dibeli dan dinilai mahal oleh sebagian mahasiswa. Termasuk beberapa tugas yang dinilai berat oleh mahasiswa baru (Maba) di kampus Unnes.

“Sebenarnya PKKMB ini sudah didesain dengan baik dan terstruktur, tapi memang ada tambahan OKPT yang membuat mahasiswa keberatan,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Hubungan Masyarakat  Zaenal Abidin saat dihubungi koran ini, Kamis (18/8).

Zaenal menjelaskan, dalam kegiatan OKPT ini ada beberapa point yang dinilai memberatkan mahasiswa. Misalnya tugas untuk menyulam. Ada pula tugas resume dan harus membawa baju Pramuka lengkap.

Setelah pihak kampus menelisik dan melakukan koordinasi dengan Wakil Dekan Bidang 3 bersama Pembina Pramuka di Unnes, dijelaskan jika tugas-tugas tersebut sebenarnya sudah menjadi pertimbangan para pembina untuk memberikan tambahan nilai berupa tanda kecakapan umum dan tanda kecakapan khusus saat mengikuti kegiatan OKTP.

“Sebenarnya tugas-tugas ini tidak berat, kalau ada informasi harus beli seragam lengkap saya kira ini salah ya,” tutur dia.

Menurutnya, dari hasil diskusi yang dilakukan pihak kampus, sebelum melakukan PKKMB ataupun OKTP, mahasiswa baru sudah mendapatkan pemberitahuan untuk membawa keperluan yang harus dibawa untuk mengikuti kegiatan tersebut. Termasuk seragam Pramuka dan asesoris lainnya, masih bisa menggunakan seragam lama saat digunakan di tingkat SMA ataupun SMK, dan tidak harus seragam baru.

“Sudah ada pemberitahuan sebelumnya, apa yang harus dibawa. Mungkin mahasiswa yang mengeluh ini lupa membawa dan harus beli. Pihak kampus boleh kok pakai seragam lama dulu, nggak harus baru,” jelasnya.

Terkait waktu pelaksanaan PKKMB dan OKTP yang dinilai terlalu berdekatan dan nilai berat, pihak kampus akhirnya melakukan penjadwalan ulang agar mahasiswa tidak mengalami kelelahan. “Untuk OKTP sendiri akan dijadwalkan ulang sesuai dengan koordinasi yang kita lakukan tadi,” katanya. (den/aro) Editor : Agus AP
#UNNES #OKPT