RADARSEMARANG.ID, Demak - Balai Penyuluh Keluarga Berencana (BPKB) Kecamatan Sayung memfasilitasi simulasi penggunaan Bina Keluarga Balita (BKB) Kit Stunting di Aula Balai Desa Prampelan.
Proses simulasi serta verifikasi kelengkapan BKB Kit ini digelar bersamaan dengan giat Posyandu Flamboyan 2.
Acara didampingi langsung oleh Kepala Desa Prampelan Muhammad Qoif dan Bidan Desa sekaligus Ketua BKB Flamboyan Sugiharti, Amd.Keb.
Simulasi penggunaan BKB Kit stunting ini khususnya ditujukan pada jenis permainan ular tangga BKB EMAS (Eliminasi Masalah Anak Stunting) yang menyasar orang tua balita.
Walaupun masih malu-malu, namun sejumlah ibu berkenan menjajal permainan edukatif ini, dengan dipandu oleh PKB Indri Astuti, S.I.Kom dan TPD Heptina Frestiasya Safutri, S.K.M.
Indri Astuti menyampaikan, cara permainannya pun terbilang mudah, dimana prinsip dasarnya sama dengan permainan ular tangga konvensional.
"Yang membedakan adalah sisipan pesan-pesan pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang tertulis pada media MMT permainan dan kartu pertanyaan,"katanya
Tak ketinggalan, PPKBD Prampelan Masrifah, S.Pd beserta Kader BKB Flamboyan turut serta meramaikan permainan hingga mencapai kolom finish menjadi orang tua hebat.
Adapun, set permainan ulang tangga BKB EMAS ini terdiri dari 6 tema materi 1000 HPK, yang dimainkan secara berurutan mulai dari pertemuan ke-1 hingga ke-6.
Ukuran media ular tangga berikut dadu-nya yang jumbo ini turut menarik minat para balita peserta posyandu.
Selain tentunya permainan edukatif lain yang diperuntukkan bagi anak, yakni berupa buku stimulasi, boneka dan bola kain.
Serta yang paling menarik, APE motorik kasar yang terdiri dari set perosotan, ayunan, sepak bola, basket dan ring ketangkasan.
Sebelumnya, proses pembongkaran dan verifikasi tiga kardus paket BKB Kit Stunting ini dilakukan langsung oleh bidan desa yang sekaligus merupakan ketua BKB Flamboyan Desa Prampelan, didampingi PPKBD setempat.
Setelah mengetahui persis kelengkapan BKB Kit tersebut, selanjutnya penyimpanan dan pemanfaatan barang disepakati menjadi tanggung jawab bersama antara Bidan Desa, PPKBD dan Pemerintah Desa Prampelan.
Kabid P2PP Dinpermades P2KB, Sukardjo MKes mengatakan, BKB Kit Stunting ini adalah salah satu upaya untuk meningkatkan penerapan pengasuhan seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK). Yaitu, untuk mencegah dan menurunkan prevalensi angka stunting.
"Untuk wilayah Kecamatan Sayung sendiri, BKB kit ini diserahkan melalui Dinpermades P2KB Kabupaten Demak kepada Ketua BKB dari 5 desa (Dombo, Jetaksari, Karangasem, Prampelan, Pilangsari) pada 31 Juli 2023 lalu,"katanya. (web/adv/2.810 karakter/hib/bas)
Editor : Baskoro Septiadi