RADARSEMARANG.ID, Demak - Dindagkop UKM Pemkab Demak bertindak tegas terhadap berbagai upaya pihak tertentu yang diduga menjadikan pedagang sebagai sasaran pemerasan.
Kepala Dindagkop UKM, Iskandar Zulkarnain mengatakan, pihaknya bertekad memberantas aksi premanisme.
"Jangan sampai pedagang jadi objek pemerasan untuk kepentingan oknum tertentu. Kalau ada oknum pegawai dinas yang terlibat khususnya honorer langsung kita pecat. Kalau ada oknum ASN kita juga proses ikuti prosedur yang ada. Kita sudah sosialisasikan dan kita ingatkan berkali-kali,"katanya.
Seperti diketahui, pemindahan pedagang pasar krempyeng ke dalam pasar Bintoro mendapat perhatian Dindagkop UKM.
"Perkembangan terakhir, pedagang sudah jualan di dalam pasar. Mereka sudah mapan dan sudah nyaman jualan,"kata Iskandar.
Para pedagang juga tidak lagi kehujanan. "Pada prinsipnya kita cegah premanisme di pasar,"katanya.
Seperti diketahui, sekitar 200 lebih pedagang krempyeng sudah masuk jualan di dalam Pasar Bintoro.
Mereka jualan di pasar krempyeng karena saat itu sedang pandemi Covid-19 sehingga sempat dibolehkan jualan dijalan raya.
Karena sekarang sudah tidak pandemi, maka mereka tidak boleh jualan di pinggir jalan lagi. Mereka harus masuk ke dalan pasar agar tidak mengganggu warga lainnya atau pengguna jalan. (web/adv/1.525 karakter/hib/bas)
Editor : Baskoro Septiadi