RADARSEMARANG.ID, Demak - Pengembangan Pasar Sayung belum bisa dilakukan secara optimal. Sebab, pengembangan tersebut membutuhkan anggaran besar. Yaitu, sekitar Rp 45 miliar. Karena itu, upaya pembangunan dilakukan secara bertahap.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Demak, Iskandar Zulkarnain mengatakan, pembangunan bertahap dilakukan lantaran minimnya anggaran.
"Kita bangun yang paling dibutuhkan dulu. Ini karena memang butuh anggaran besar. Ini bagian dari upaya kita dalam mensikapi minimnya anggaran,"katanya.
Seperti diketahui, keberadaan Pasar Sayung sangat strategis. Selain terletak di tepi jalan raya Pantura Sayung, pasar ini juga menjadi sentra perbelanjaan bagi masyarakat yang ada di sekitar Sayung. Meski demikian, pasar ini kerap terdampak rob sebagaimana Kawasan sekitar pasar.
Warga di wilayah tersebut sejak lama mendambakan memiliki pasar yang hiegenis dan memadai atau layak digunakan untuk transaksi jual beli antara pedagang dengan konsumen.
Meski belum dapat dibangun secara menyeluruh, namun masyarakat sekitar tetap bersyukur dengan adanya pasar tradisional tersebut.
Bupati Demak dr Eistianah mengatakan, meski Pasar Sayung kondisinya kerap terkena dampak air rob, namun pasar tidak akan direlokasi. Karena itu, langkah yang diambil adalah membangun secara bertahap sesuai dengan kebutuhan fisik pasar tersebut.
“Tidak ada relokasi. Kita tingkatkan saja pembangunannya supaya lebih baik kondisinya,”ujar bupati. (web/adv/1.598 karakter/hib/bas)
Editor : Baskoro Septiadi