RADARSEMARANG.ID - Gunungkidul merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarata yang menyimpan banyak keunikan.
Salah satunya adalah adanya sebuah dusun yang berdiri didasar bekas Sungai Bengawan Solo Purba.
Dusun yang dimaksud adalah Dusun Wota Wati, Desa Pucung, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY.
Keunikan dusun ini karena lokasinya yang berada didasar lembah yang dahulunya merupakan aliran Sungai Bengawan Solo Purba.
Akibat posisinya yang diapit oleh dua lembah sungai purba, terdapat fenomena unik saat terbit dan terbenamnya matahati di desa ini.
Matahari seperti terbit terlambat dan warga Dusun Wota Wati baru akan melihat matahari pada pukul 08.00
Sedangkan untuk terbenamnya matahari terjadi seolah lebih cepat yaitu pada pukul 15.00 sinar mentari sudah tidak menerangi desa.
Fenomen ini terjadi akibat adanya lembah yang mengapit desa ini, akibatnya sinar matahari akan terhalang perbukitan.
Sehingga matahari seolah-olah terbit terlambat dan terbenam lebih cepat, jika cuaca tidak cerah praktis sinar matahati hanya sedikit yang masuk ke desa.
Dalam sejarahnya, Sungai Bengawan Solo dahulu mengalir dari Solo kearah selatan dan bermuara di Pantai Sadeng Gunungkidul.
Namun akibat adanya perubahan geologis aliran sungai ini berubah ke utara dan mengalir hingga ke wilayah Gresik.
Peninggalan itu bahkan masuk dalam bagian Geopark Gunung Sewu Network yang ditetapkan UNESCO dalam Konferensi Asia Pacific Global Network di Sanin, Kaigan, Jepang, pada 2015.
Kini sisa Bengawan Solo Purba dapat disaksikan dengan adanya sisa lembah sungai yang sebagian berubah menjadi lahan pertanian dan pemukiman.
Editor : Baskoro Septiadi