Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Wisata Religi di Makukuhan Heritage Ki Ageng Makukuhan, Orang Pertama yang Menanam Tembakau

Agus AP • Kamis, 14 Maret 2024 | 03:22 WIB
WISATA RELIGi : Makam Ki Ageng Makukuhan di Desa Kedu, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung.
WISATA RELIGi : Makam Ki Ageng Makukuhan di Desa Kedu, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung.

RADARSEMARANG.ID - Makukuhan Heritage adalah salah satu tempat wisata religi di Temanggung yang banyak dikunjungi peziarah.

Berada di Desa Kedu, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Ki Ageng Makukuhan atau dikenal dengan Eyang Makukuhan adalah tokoh Temanggung yang dimakamkan di kompleks tersebut.

Banyak peziarah datang ke makam tersebut, baik dari Temanggung maupun luar kota.

Makamnya berada di atas bukit. Di kompleks tersebut juga terdapat Sendang Planangan.

Destinasi ini menjadi daya tarik dan salah satu yang menarik wisata Jawa Tengah.

Ki Ageng Makukuhan adalah tokoh yang menyebarkan agama Islam di Temanggung. Metode dakwahnya melalui pertanian, pengobatan dan peternakan.

Juru kunci makam Ki Ageng Makukuhan, Sugito menceritakan, terdapat 3 versi asal muasal Eyang Makukuhan. Yaitu, berasal dari Tiongkok, Mataram Kuno, dan Persia.

Bukti bahwa Ki Eyang Makukuhan berasal dari Tiongkok adalah karena gelarnya.

Makukuhan merupakan sebuah gelar atau nama Tiongkok atau China. Nama Tiongkoknya adalah Bah Kwan karena diambil dari Ma Ku Kwan.

Kemudian, ciri yang menunjukkan bahwa Ki Ageng Makukuhan keturunan Mataram Kuno, karena terkenal sebagai Ki Joko Teguh. Teguh diambil dari kata kukuh.

"Kalau versi yang mengkisahkan dari Persia, karena rata-rata orang atau para wali yang membawa atau mensyi'arkan agama Islam ke Indonesia berasal dari tanah persia," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ki Ageng Makukuhan adalah salah satu murid dari Eyang Kudus atau Ja'far Asshodiq.

Dia diamanatkan untuk menyebarkan agama Islam di wilayah Kedu, meliputi Kedu, Magelang sampai Banyumas.

Sebelum kehadiran Ki Ageng Makukuhan di Kedu, tanah di wilayah tersebut tandus atau kurang subur. Maka, ia mencari tempat untuk bercocok tanam.

"Di antara bukti yang sampai hari ini masih terus dibudidayakan adalah tanaman tembakau. Eyang Makukuhan adalah orang pertama yang menanam tembakau," katanya.

Ki Ageng Makukuhan juga orang yang ahli dalam bidang kesehatan.

Sesampainya di Kedu, ia difitnah pemicu wabah. Karena pada saat itu, masyarakat setempat sedang mengalami wabah gatal-gatal.

Ki Ageng Makukuhan kemudian melakukan istikhoroh di puncak Gunung Sumbing.

Sepulang dari gunung tersebut, ia membawa obat bernama tom bo ko, yakni seperti bibit tembakau.

Warga yang terjangkit wabah tersebut disuruh mandi menggunakan obat tersebut dan sembuh.

"Peninggalan lain Eyang Makukuhan adalah ayam cemani, dan ayam kedu putih mulus, bahkan sampai matanya juga putih. Hal ini membuktikan bahwa Eyang juga ahli dalam peternakan," jelasnya.

Menurut Sugito, semasa hidup, Ki Ageng Makukuhan bertempat tinggal di Kedu.

Sedangkan tempat untuk bertapa atau berdoa berada di puncak Gunung Sumbing.

Para peziarah makam tersebut berasal dari berbagai kabupaten atau kota, luar Jawa.

Bahkan dari luar negeri, yaitu California Amerika. Orang Amerika datang sebanyak 2 kali ke makam tersebut.

Makam Ki Ageng Makukuhan termasuk dalam situs purbakala.

Selain itu, karena mereka tertarik untuk membudidayakan atau mengembangbiakkan ayam cemani di Amerika.

Peziarah mempercayai akan mendapat barokah ketika ziarah di makam Ki Ageng Makukuhan.

Karena ia seorang wali penyebar agama Islam. Dari keterangan Sugito, tidak ada keturunan Makukuhan yang masih hidup.

"Silsilah Eyang Makukuhan ini terputus. Mungkin ada maksud dan tujuannya, tapi saya tidak tahu," akunya. (din/lis)

Editor : Agus AP
#Pesona Jawa Tengah #Makukuhan Heritage #tokoh Temanggung #Ki Ageng Makukuhan #visit jateng #web #Wisata jawa tengah #Sendang Planangan #WISATA RELIGI #Eyang Makukuhan