RADARSEMARANG.ID - Bengawan Solo merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa yang memiliki muara di Gresik, Jawa Timur.
Sungai ini memiliki panjang 600km yang membentang dari Daerah Solo Raya, Jawa Tengah hingga ujungnya di Gresik.
Namun muara yang saat ini dikenal sebagai Ujungpangkah, Kabupaten Gresik ini bukanlah hilir dari Bengawan Solo di masa prasejarah.
Dalam catatan sejarahnya, Bengawan Solo memiliki muara awal di tenggara Daerah Istimewa Yogyakarta.
Daerah muara purbanya kini menjadi Pantai Sadeng yang terletak di Songobanyu, Girisubo, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta.
Perubahan aliran Sungai Bengawan Solo dikarenakan adanya proses geologi pada jutaan tahun yang lalu.
Pada saat itu lempeng Australia menghujam masuk ke dalam lempeng Eurasia, sehingga membentuk zona penunjaman.
Karena hal ini, akhirnya lempeng Eurasia naik ke permukaan, dan dasar laut naik ke permukaan.
Sampai akhirnya, arus sungai tak bisa melawan dan aliran pun berbalik ke utara.
Muara Sungai Bengawan Solo pun berubah, dan akhirnya muara ini perlahan mengering karena tak ada air yang mengalirinya.
Menurut beberapa penelitian, karang-karang yang awalnya berada di bawah permukaan laut kemudian terangkat dan menjadi bukit-bukit kapur.
Saat ini jejak Bengawan Solo purba yang merupakan jajaran perbukitan karst, masuk sebagai Geopark Gunung Sewu Network.
Yang ditetao oleh UNESCO pada 2015 pada konferensi Asia Pacific Global Network di Sanin, Kaigan, Jepang.
Saat ini jejak keberadaan sungai Bengawan Solo purba dapat ditelusuri dari daerah Pracimantoro hingga ke Situs Purba Sadeng di dekat Pantai Sadeng.
Sisa daerah aliran sungainya kini menjadi ladang pertanian warga karena memiliki kesuburan tanah yang baik.
Bahkan menurut warga setempat masih ada sisa-sisa air dari Sungai Bengawan Solo di Telaga Suling.
Sedangkan muaranya di Pantai Sadeng kini menjadi salah satu objek wisata dan pelabuhan perikanan.
Editor : Baskoro Septiadi