Lokasi destinasi ini berada di lereng Pegunungan Muria, tepatnya di Desa Somosari, Kecamatan Batealit, dengan ketinggian sekitar 600 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Salah satu yang jadi maskot adalah epiknya pemandangan matahari terbenam. Dan tentu saja kesejukan udara lereng gunung yang memberikan relaksasi bagi siapa pun yang berkunjung ke sana.
Selain itu, pengunjung bisa menikmati sajian yang mungkin jarang ditemukan di destinasi lain. Menyaksikan hamparan Laut Jawa di pesisir Jepara dari atas lereng gunung.
”Di sini (Astana Hinggil, Red) biasanya ramai pengunjung di saat weekend. Juga saat musim liburan,” ujar M. Komarudin, perwakilan pengelola objek wisata Astana Hinggil.
Bukan hanya nuansa alam, traveler yang berkunjung ke destinasi ini juga bisa menikmati berbagai wahana dan fasilitas yang sudah tersedia serta ditata sedemikian rupa oleh pengelola.
Di antaranya adalah wahana permainan yang meliputi kolam renang serta arena outbound bagi anak-anak. Cocok bagi pengunjung yang datang bersama keluarga dan putra-putri tercinta.
Para wisatawan penggemar satwa juga disuguhi sejumlah fauna yang dikoleksi pengelola. Di antaranya beberapa jenis unggas hingga kawanan rusa.
”Sesuai rencana, nantinya di sini akan dilengkapi minizoo,” katanya.
Bagi wisatawan yang ingin bercengkerama dengan alam lewat berkemah, Astana Hinggil juga menyediakan kompleks camping ground.
Komarudin menjelaskan, Astana Hinggil bisa menjadi objek wisata alternatif bagi para wisatawan yang tengah singgah di Jepara.
”(Selama ini, Red) Jepara identik dengan wisata laut atau bahari. Ada banyak pantai. Dengan adanya Astana Hinggil ini, bisa jadi pilihan saat ke Jepara. Tidak hanya melulu ke pantai. Namun bisa wisata di lereng gunung,” terangnya. (rom/lin/c9/ris)
- Terletak di Desa Somosari, Kecamatan Batealit
- Berada di kawasan lereng Gunung Muria pada ketinggian sekitar 600 meter di atas permukaan laut (mdpl)
- Memiliki luas lahan mencapai 10 hektare
- Sudah dibuka untuk umum sejak awal tahun 2022, tapi baru diresmikan pada awal 2023