Kampoeng Djowo Sekatul berada di Jalan Sunan Katon, Sekutis, Margosari, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal. Berdiri sejak 2005 dan sempat tutup selama pandemi Covid-19.
Seringkali tempat ini digunakan sebagai lokasi acara beragam organisasi maupun instansi pemerintah dan swasta. Meski begitu, pengunjung dari kalangan masyarakat umum juga tak kalah banyaknya.
Tempatnya cukup luas. Terdapat beberapa fasilitas yang bisa dinikmati oleh pengunjung, seperti penginapan, rumah makan, wisata religi, wisata outbond, jeep adventure, dan lain-lain.
Mengusung konsep Jawa dengan gaya bangunan khas tradisional berbentuk joglo terbuka, dilengkapi dengan gazebo yang tersebar di banyak titik. Tiap bangunan, diberi nama-nama yang mengandung unsur Jawa. Bahkan ada historisnya masing-masing, seperti Joglo Kasentanan.
Manajer Humas Kampoeng Djowo Sekatul, Eli, mengatakan, konsep Jawa tak hanya dari segi bangunan dan makanan, tetapi juga bertujuan untuk melestarikan budaya Jawa. Salah satunya dengan mengadakan grebeg, seperti Grebeg Kupat dan Grebeg Dewi Sri.
"Misalnya saat Syawalan kami ada grebeg dengan mengarak dua gunungan. Satu gunungan berisi hasil bumi atau palawija, yang satu lagi berisi ketupat dan lepet. Ada juga Grebeg Dewi Sri. Salah satu gunungannya berisi padi yang dibentuk seperti wayang," ucapnya.
Rumah makan yang buka setiap Jumat-Minggu mulai pukul 9 pagi-4 sore itu menyajikan berbagai macam makanan khas Jawa. Salah satu makanan yang ikonik ialah sayur lompong (batang talas).
"Yang membedakan sayur lompong di sini dengan yang lain, ialah tanaman talasnya. Kami punya talas khusus yang ditanam sendiri di kebun sini," kata Eli.
Harga makanan yang ditawarkan hampir sama dengan rumah makan pada umumnya. Berkisar 20-25 ribu per porsi.
Pengelola rumah makan yang tutup selama pandemi dan sempat merumahkan pekerjanya itu berharap agar keadaan kembali pulih seperti sebelum adanya pandemi.
"Semoga pemerintah juga memikirkan kami, supaya bisa memperbaiki roda ekonomi setelah 2 tahun pandemi dan kami bisa terus mempekerjakan warga sekitar," tutupnya. (mg5/mg7/ida) Editor : Agus AP