Little Ranch namanya. Berada di Kawasan Wisata Umbul Sidomukti, Desa Sidomukti, Kecamatan Bandungan. Destinasi wisata anyar ini menyerupai peternakan khas New Zealand.
Dilengkapi fasilitas Red Barn atau kandang domba, kincir angin, hamparan padang rumput yang luas. Ditambah dengan latar belakang Lereng Gunung Ungaran menjadi daya tarik tersendiri bagi wisata.
Mengusung konsep wisata edukasi untuk anak, Little Ranch ingin mengoptimalkan potensi yang ada di sekitar lokasi wisata.
“Memang sengaja dibuat suasana dan fasilitas hampir mirip seperti di Eropa yang dingin dan bikin betah,” kata supervisor Little Ranch, Eri Kaado.
Ia menambahkan, di Little Ranch pengunjung akan disuguhi pemandangan alam nan indah dari ketinggian. Jika cuaca sedang cerah latar Gunung Merbabu dan Rawa Pening akan tampak indah dari lokasi wisata.
Pengunjung juga bisa mengabadikan latar tersebut dengan berfoto di area spot selfie yang sudah disediakan oleh pihak pengelola wisata.
Lokasi wisata hampir lima hektare. Selain menyuguhkan sensasi berkunjung ke peternakan juga terdapat beberapa fasilitas fun game yang bisa dinikmati oleh para pengunjung.
Seperti panahan, ketapel, ATV, E-Bike, dan berkuda. Masing-masing wahana tersebut belum termasuk biaya tiket masuk. “Yang bisa pengunjung nikmati secara gratis itu ada playground anak, nursery, taman bunga, dan juga spot-spot untuk selfie,” jelasnya.
Yang menarik, pengunjung bisa melihat sebuah peternakan dan kandang domba (Red Barn) seperti yang ada di Eropa. Pengunjung juga bisa memberikan makan pada beberapa hewan ternak yang ada di lokasi wisata.
Seperti kambing Sapera, kelinci, marmut, serta ayam arab. Disamping itu domba jenis Texel dan Merino juga bisa dilihat pengunjung saat dikeluarkan dari kandang. “Biasanya mereka keluar saat pagi karena sudah jadwal makan,” katanya.
Salah satu fasilitas yang bisa didapatkan pengunjung yakni bisa memberikan makan pada hewan ternak di Little Ranch. Makanan yang disediakan adalah wortel dengan potongan slice memajang dan juga bisa jagung kering. Disamping itu, pengunjung juga bisa melihat domba yang ada di dalam red barn sebelum mereka dikeluarkan untuk makan.
Untuk perawatan domba diakui memang susah-susah mudah. Memasuki bulan Desember masuk musim penghujan dan musim dingin biasanya domba terkena penyakit seperti masuk angin dan diare.
“Untuk saat ini kami berikan obat herbal untuk mengatasi penyakit tersebut seperti memberikan kencur dan jahe. Sejauh ini efektif untuk mengurangi penyakit pada domba,” tambahnya.
Liburan sekolah waktu yang cocok untuk berkunjung. Karena bisa merasakan atmosfer peternakan di Eropa dan menikmati pemandangan dari ketinggian. Namun perlu memilih waktu yang tepat, karena masuk musim penghujan. Little Ranch banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun luar negeri. Mayoritas keluarga.
“Selama libur akhir dan awal tahun rata-rata mencapai 200 hingga 300 orang per harinya. Untuk tiket masuk (HTM) sebesar Rp 20 ribu per orang," tambahnya. (nun/fth) Editor : Agus AP