RADARSEMARANG.ID, DEMAK-Para tokoh masyarakat yang tergabung dalam Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Sayung dan Bonang menuntut rob sebagai bencana nasional.
Ini supaya pemerintah pusat dan daerah serius mengatasi banjir rob di wilayah Sayung dan Bonang tersebut.
Hal itu mengemuka dalam audiensi antara pengurus MWC NU Sayung dan Bonang dengan DPRD di gedung dewan kemarin siang.
Audiensi dihadiri Ketua DPRD H Zayinul Fata, Wakil Ketua H Maskuri, Sekda Akhmad Sugiharto, Kepala Dinputaru Amir Mahmud dan Kepala Bappelitbangda Ninik.
Juru bicara MWC Sayung, Saefudin mengatakan, penanganan rob di pesisir Sayung bisa maksimal bila rob ditetapkan sebagai bencana nasional.
"Dampak rob luar biasa. Rumah warga, lahan, hingga sekolah dan infrastruktur jalan rusak semua karena terendam rob tiap hari,"katanya.
Meurutnya, di wilayah Kecamatan Sayung ada 13 desa yang telah terdampak banjir rob maupun banjir lantaran sungai dangkal.
Yaitu, Desa Prampelan, Loireng, Sayung, Tambakroto, Sidorejo, Kalisari, Tugu, Sriwulan, Timbulsloko, Surodadi, Banjarsari, Sidogemah dan Purwosari.
"Kondisi rob makin memburuk. Kami minta warga agar pemerintah serius mengatasi dampak rob ini. Warga menuntut dibangunkan tanggul laut, rumah pompa permanen, normalisasi sungai, bangun rumah panggung dan kebutuhan penting lainnya dalam mengatasi rob,"jelasnya.
Senada disampaikan pengurus MWC Bonang. Kiai Maimun berharap, dampak rob yang terjadi di pesisir Bonang bisa segera diatasi.
"MWC NU Bonang mendorong supaya banjir rob secepatnya diatasi. Status rob sebagai bencana nasional akan mempercepat penanganan,"katanya.
Ketua DPRD Demak H Zayinul Fata menegaskan, DPRD bersama Pemkab Demak bersinergi mendorong pemerintah pusat agar menetapkan rob sebagai bencana nasional.
Sebab, tingkat kerusakan yang ditimbulkan luar biasa.
Masyarakat termiskinkan lantaran terus menerus membangun rumah, meninggikan jalan dan berkejaran dengan letinggian rob yang menerjang.
"Kita harap Pemkab Demak segera membentuk pokja dan berjuang di Jakarta agar rob bisa menjadi bencana nasional,"katanya.
Zayinul Fata juga berharap Pemkab Demak bisa mensosialisasikan langkah yang telah dilakukan dalam penanggulangan rob bisa disosialisasikan ke masyarakat agar warga memahami solusi konkrit yang dijalankan pemerintah daerah.
Sekda Pemkab Demak Akhmad Sugiharto mengatakan, pemda telah melakukan berbagai langkah untuk menangani dampak rob.
"Sekarang yang menjadi prioritas adalah normalisasi sungai dan saluran. Kalau hanya meninggikan jalan percuma karena air rob terus meninggi,"jelasnya. (hib)
Editor : Tasropi