RADARSEMARANG.ID, Demak - Sejumlah permasalahan seperti banjir rob dan penurunan tanan di wilayah Kecamatan Sayung menjadi bahasan rapat koordinasi (rakor) Forum Penataan Ruang Pemkab Demak.
Bupati Demak dr Eisti'anah menyampaikan, masalah rob dan penurunan angka muka tanah khususnya di kawasan pesisir telah berlangsung masif.
Kondisi demikian mengakibatkan ancaman banjir rob terjadi tiap hari saat ada air laut pasang.
"Kita ketahui, bahwa ada persoalan serius yang harus kita perhatikan bersama. Yaitu, kaitannya dengan karakteristik daratan Kabupaten Demak yang terbentuk dari tanah sedimentasi lunak, sehingga berdampak terhadap infrastruktur jalan yang mudah rusak,"katanya.
Selain itu, Demak juga dihadapkan pada persoalan updating data berbasis kondisi riil atas lahan sawah yang ada di wilayah Demak yang terus berkurang akibat rusaknya lahan di kawasan pesisir.
Menurut bupati, bencana banjir yang terjadi di 11 kecamatan juga menjadi salah satu contoh nyata.
Selain itu, bahwa terjadinya banjir tidak semata-mata karena permasalahan internal yang disebabkan oleh kondisi lingkungan.
Juga akibat tingginya intensitas curah hujan yang terjadi di daerah hulu.
Kondisi demikian kemudian berimbas ke tingginya debit air yang masuk ke sungai-sungai yang ada di wilayah Kabupaten Demak.
"Terlebih lagi, kondisi penurunan kualitas tutupan vegetasi di daerah hulu yang menyebabkan limpasan air yang menuju ke Kabupaten Demak menjadi semakin besar,"ujarnya.
Bupati berhatap, rakor tata ruang bisa memghasilkan keputusan penting dalam rangka mengatasi masalah rob dan penurunan tanah di pesisir Demak. (hib/bas)
Editor : Baskoro Septiadi