RADARSEMARANG.ID, Demak - Banyak persoalan yang menjadi perhatian pemerintah daerah untuk bisa diselesaikan.
Karena itu, dibutuhkan sinergitas antara pemerintah setempat dengan elemen masyarakat lainnya.
Hal ini disampaikan Bupati Demak dr Eistianah dalam acara Forum Komunikasi Ulama Umara (FKUU) di Kecamatan Dempet.
"Untuk itu, kita dapat saling berbagi pemikiran, pengalaman, dan solusi untuk berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat kita. Mari kita tingkatkan kerjasama dan sinergi antara pemerintah dan ulama demi terwujudnya kesejahteraan bagi semua,"katanya.
Menurutnya, para ulama bisa ikut berperan aktif mendukung dan menyukseskan berbagai program dan kebijakan Pemkab Demak. Diantaranya, dalam menjaga lingkungan.
"Kita berharap, semua bisa menjaga kebersihan lingkungan. Mengingat saat ini bahaya demam berdarah dangue (DBD) masih mengancam. Meski kasus DBD di Kabupaten Demak cenderung turun, kita harus tetap waspada,"ujarnya.
Bupati mengatakan, penyebaran nyamuk Aedes Aegypti perlu diputus. Diantaranya, melalui gerakan pemberantasan sarang nyamuk.
"Melalui gerakan ini, kita tidak hanya membersihkan lingkungan dari sarang nyamuk dan melindungi diri sendiri, keluarga, dan tetangga dari ancaman DBD, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan dan kontrol vektor,"kata dia.
Namun yang lebih penting, semua harus melakukan pemeliharaan pada infrastruktur drainase dan saluran air agar dapat mengalirkan air hujan dengan lancar.
"Dengan demikian, kita dapat mengurangi risiko terjadinya genangan air dan mencegah terjadinya banjir,"kata bupati. (hib/bas)
Editor : Baskoro Septiadi