RADARSEMARANG.ID, Demak - Pembangunan jalan tol sesi 1 Sayung-Kaligawe dilengkapi dengan dua rumah pompa serta kolam retensi. Yaitu, rumah pompa Sriwulan Sayung dan Terboyo.
Humas PT Pembangunan Perumahan (PP) Roby Suwarna mengatakan, rumah pompa tersebut berfungsi sebagai pengendali potensi banjir di kawasan jalan tol.
Dengan adanya rumah pompa, maka penyedotan air hujan maupun rob bisa ditanggulangi dengan cepat.
"Untuk rumah pompa Terboyo siap beroperasi. Sedangkan, rumah pompa Sriwulan akan dikaji ulang terkait metode percepatan penyelesaian pekerjaan rumah pompa tersebut,"katanya.
Di rumah pompa Terboyo terdapat 6 unit axial vertical dengan kapasitas sedot air 5 meter kubik per detik. Juga ada 2 unit submersible dengan kapasitas 500 liter per detik.
Demikian pula, di dalam rumah pompa Sriwulan terdapat 4 unit axial vertical dengan kapasitas 5 meter kubik per detik serta 2 unit submersible dengan kapasitas 500 liter per detik.
Selain rumah pompa, tol Sayung-Kaligawe juga dilengkapi kolam retensi di Terboyo dan Sriwulan Sayung.
Kini telah dilakukan penggalian lumpur dengan CSD kedalaman 3 meter. Terdapat pula drainase pasir horisontal serta terdapat pekerjaan saluran pembawa Sriwulan.
"Kendalanya, loan agreementnya belum terbit. Pembebasan lahan juga belum selesai karena terkendala legal aspek penanganan tanah musnah dan terdapat area yang belum terbit panloknya,"katanya.
Selain itu, kendalan lain berupa metode perbaikan tanah dasar pada rumah pompa Sriwulan menunggu hasil triall embankment atau review desain bila dibutuhkan percepatan penyelesaian. (hib/bas)
Editor : Baskoro Septiadi