RADARSEMARANG.ID, Demak - Hujan deras di wilayah selatan Demak memicu meluapnya sejumlah sungai. Akibatnya, tanggul Sungai Cabean di Desa Rejosari dan Sidorejo, Kecamatan Karangawen jebol.
Di Desa Rejosari, tanggul jebol berada di sebelah kanan dan kiri, tepatnya yang berada di wilayah Dukuh Mangun.
Sedangkan, di Desa Sidorejo, tanggul sungai yang jebol berada di sebelah kanan utamanya yang masuk wilayah Dukuh Ngemplik.
Jebolnya tanggul sungai di dua titik tersebut menyebabkan banjir merendam pemukiman warga dan areal persawahan di daerah sekitar dengan ketinggian air antara 40 hingga 100 cm.
Kondisi yang sama berupa limpasan air yang mengakibatkan banjir juga terjadi di Sungai Tuntang, yang berada di wilayah Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung.
Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, Agus Nugroho LP mengatakan, untuk sementara ini, total keseluruhan wilayah yang terdampak banjir ada 4 desa yang tersebar di dua kecamatan.
Yaitu, Desa Rejosari dan Desa Sidorejo, Kecamatan Karangawen. Kemudian, Desa Pilangwetan dan Kebonagung, Kecamatan Kebonagung.
Berdasarkan data BPBD Demak, dampak banjir di Desa Rejosari telah merendam 57 rumah dengan 228 jiwa. Kemudian, di Desa Sidorejo, banjir merendam 495 rumah dengan 1.976 jiwa.
Air juga merendam tanaman padi dengan usia tanam antara 40 hingga 60 hari di luasan areal 105 hektare serta tanaman jagung dengan usia antara 70-80 hari di 95 hektare lahan pertanian.
Akibat banjir ini, puluhan warga diungsikan. Antara lain, di Masjid Al Ikhlas RT 1 RW 5, Dukuh Cabean Kidul, Desa Sidorejo, Kecamatan Karangawen.
Dengan rincian, anak atau balita sebanyak 23 orang. Lalu, lansia ada 9 orang dan dewasa 29 orang.
Adapun, jumlah pengungsi di UPTD Dindikbud jumlah pengungsi tercatat ada 5 orang balita, 5 orang lansia, 17 anak-anak, dan 27 orang dewasa.
Sementara, di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, banjir merendam rumah warga di RT 2 dan 3 RW 1 dengan 122 kepala keluarga (KK).
Juga di RT 1 dan 3 RW 2 dengan 131 KK serta di RT 1 dan 3 RW 3 dengan 200 KK. Sedangkan, sawah yang terdampak ada 75 hektare.
"Banjir di Pilangwetan ini juga merendam fasilitas umum berupa 6 sekolah, 1 masjid, dan kantor desa,"katanya.
Banjir di Desa Kebonagung terjadi akibat rembesan tanggul dan adanya pergeseran tanggul sepanjang 10 meter.
"Untuk membantu meringankan beban warga korban banjir ini, kita dirikan dapur umum dan logistik di desa yang terdampak banjir. Kita juga kerahkan alat berat untuk tanggul sungai yang jebol,"kata Agus Nugroho. (hib/bas)
Editor : Baskoro Septiadi