RADARSEMARANG.ID, Demak - Pemilihan kepala desa (pilkades) gelombang 2 di Kabupaten Demak kemarin sempat diwarnai berbagai kejadian.
Kericuhan sempat terjadi di Desa Kembangan, Kecamatan Bonang, Desa Klitih, Kecamatan Karangtengah, dan Desa Lempuyang, Kecamatan Wonosalam.
Sedangkan lapangan Desa Werdoyo, Kecamatan Kebonagung, tenda yang dipakai untuk pilkades tiba-tiba roboh diterpa angin kencang.
Kericuhan yang terjadi di Desa Kembangan lantaran banyak warga yang berdesakan di depan pintu tempat pemungutan suara (TPS).
Saat itulah, diduga ada lemparan batu dari salah satu pendukung calon. Lalu, terjadilah keributan dan saling lempar.
Setidaknya, 7 orang menderita luka-luka ringan termasuk anggota Koramil Bonang yang bersama aparat lain mencoba melerai bentrokan warga.
Informasi yang dihimpun, TPS yang dibuat diduga tidak mengakomodasi warga yang akan mencoblos.
Juga adanya pendukung salah satu calon yang pakai atribut kaos calon sehingga memicu provokasi dan saling lempar batu.
Kericuhan akhirnya bisa dikendalikan saat Danramil Bonang Kapten CHB Ajit Anggono turun langsung. Di Desa Kembangan ada dua calon kades. Yaitu, Suhardi (nomor 1) dan Sodiq Mubarok (nomor 2).
Di Desa Klitih, ricuh diduga dipicu oleh adanya gegap gempita yel-yel dari salah satu pendukung calon.
Kemudian ada ibu-ibu pendukung yang terjatuh. Kondisi ini membuat kericuhan tidak terhindarkan.
Jajaran Forkopimda langsung meninjau lokasi tersebut. Sedangkan, di Desa Lempuyang kericuhan dipicu adanya dugaan salah seorang warga yang belum mendapatkan undangan untuk mencoblos.
Arifin dari Dinpermades P2KB menyampaikan, sejumlah kericuhan berhasil diredam.
"Itu kejadiannya pagi saat sedang hendak dilakukan pemungutan suara. Alhamdulillah semua bisa diatasi cepat pihak keamanan. Untuk tenda roboh sudah diatasi dengan tenda darurat," katanya.
Kapolres Demak AKBP Muhammad Purbaya yang keliling bersama Forkopimda ke sejumlah desa yang menggelar pilkades mengimbau warga untuk menjaga kondusivitas keamanan dan kenyamanan selama pilkades. Seperti diketahui, ada 54 desa dari 14 Kecamatan yang menggelar pilkades pada Minggu (8/10).
"Kami melakukan patroli bersama pengecekan TPS di sejumlah wilayah yang menggelar pemilihan kepala desa," kata Purbaya.
Ia menjelaskan, patroli tersebut didampingi pejabat utama Polres Demak dan anggota BKO dari Brimob Polda Jateng untuk mengantisipasi konflik di titik rawan yang sudah dipetakan.
"Untuk kerawanan sudah kami petakan. Ada 6 desa yang masuk kategori sangat rawan, 35 desa kategori rawan dan 13 desa kategori aman. Kami juga antisipasi konflik di titik rawan dengan menambah kekuatan personel," ujarnya. (hib/ton)
Editor : Baskoro Septiadi